Sosialisasi Pembuatan Pupuk Cair dari Urin Sapi dan Budidaya Kacang Panjang

Termasuk dalam agenda kegiatan Biondustri Padi – Sapi, sosialisasi pembuatan pupuk cair dilakukan oleh Tim Pengkajian BPTP Maluku di Desa Grandeng Kecamatan Lolongguba Kabupaten Buru pada tanggal 1 – 3 September 2018. Kegiatan ini melibatkan Petani Wanita berjumlah 11 orang yang didampingi oleh Babinsa dan Ketua Gapoktan Grandeng Indah.
Adapun Bahan yang digunakan dalam pembuatan urin sapi antara lain Kunyit, Lengkuas, Brotowali, Jahe dan Kencur ditambahkan dengan Gula Merah, EM-4 serta Air Rendaman Kedelai. Tujuan pembuatan pupuk cair adalah untuk memanfaatkan limbah ternak sapi sehingga terjadi integrasi antara sapi dan tanaman sayuran, atau biasa dikenal sebagai zero waste system.

Selain melakukan sosialisasi pembuatan pupuk cair, tim pengkajian melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman kacang panjang. Kegiatan budidaya kacang panjang dimulai dengan pengolahan tanah dengan memanfaatkan lahan sekitar. Pengolahan lahan dilakukan dengan membuat bedengan yang berukuran kurang lebih 30 cm (tinggi), 5 atau 7 meter (panjang) dan 1 meter (lebar). Bedengan di campur dengan Pupuk Kandang sebanyak 6 kg per bedengan. Jarak Tanam yang digunakan adalah 30 cm x 60 cm. Jumlah bedengan untuk kegiatan pendampingan tanaman hortikultura kacang panjang sebanyak 60 bedengan.
Salah satu pemeliharaan tanaman kacang Panjang adalah dengan melakukan pemupukan. Pemupukan dibagi menjadi 4 yaitu: Pemupukan dengan menggunakan yaramila, Superflora, POC Urin Sapi dan POC NASA.