Implementasi Bioindustri Sagu di Maluku

SAWA” Sagu Waraka (Tepung Sagu, Mie Sagu dan Sagu Tumbu) Dari Desa Waraka, Kabupaten Maluku Tengah

 Sagu merupakan tanaman yang memiliki nilai sosial, budaya, ekonomi dan pangan bagi rakyat Maluku yang harus di kembangkan dan dilestarikan.  Kementerian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memberi perhatian khusus dalam upaya pengembangan tanaman sagu. Maluku merupakan salah satu wilayah prioritas dalam pengembangan pangan lokal sagu dan menghasilkan produk home industri berbahan sagu.  Tim peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Badan Litbang Pertanian ( Dr. Ridwan Rachmat, MAgr, Agus Budiyanto, STP, M.Sc dan Adom Ghousul) bersama Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku (Dr. Ir. Rein E. Senewe, M.Sc) telah melaksanakan kegiatan survei dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah dalam upaya mengimplementasikan kegiatan “Bioindustri Sagu”.  Tindak lanjut kegiatan sejak tanggal 18-22 September 2018 di Masohi dan Desa Waraka, adalah 1. Pembahasan draft final MoU dan Perjanjian Teknis Kerjasama dengan Bupati Kabupaten Maluku Tengah dan SKPD terkait. 2. Instalasi Peralatan Bioindustri Sagu di Desa Waraka, Kec. Elpaputih, Kab. Maluku Tengah dan uji teknis fungsional peralatan tersebut. 3. Bimbingan Teknis Penerapan Teknologi Bioindustri Sagu kepada petani pengelola model pengolahan sagu di Desa Waraka, Kec. Elpaputih, Kab. Maluku Tengah, sebagai lokasi implementasi Bioindustri sagu di Maluku Tengah. SAWA” Sagu Waraka (Tepung Sagu, Mie Sagu dan Sagu Tumbu) yang segera dihasilkan oleh kelompok tani Desa Waraka.  Diharapkan program ini dapat berjalan sesuai rencana atas dasar kerjasama antar instansi terkait.