Pencegahan Infeksi Cacing Pada Ternak Ruminansia

Secara umum, langkah penanggulangan penyakit cacing pada ternak ruminansia dilakukan berdasarkan musim – basah dan kering. Sebab, strategi yang dilakukan pun bergantung pada siklus tanam padi dan irigasi lantaran faktor populasi siput Lymnea rubiginosa yang terkenal jadi salah satu inang cacing yang menjangkiti tubuh ternak ruminansia.

Pencegahan  Cacing pada Ternak di Musim Basah

Karena populasi siput di musim basah sangat tinggi, maka risiko persebaran cacing lewat hijauan yang dimakan sapi pun lebih tinggi. Karena itu, strategi yang dilakukan di musim basah biasanya adalah langkah pencegahan untuk menekan pencemaran lingkungan oleh cacing sampai serendah mungkin.

Berbagai langkah yang dilakukan biasanya termasuk:

1.      Penggunaan limbah kandang sebagai pupuk tanaman padi hanya jika limbah sudah dikomposkan agar telur cacing mati.

2.      Mengatur agar kandang ruminansia dan itik letaknya saling bersebelahan agar kotoran ternak bercampur ketika kandang sedang dibersihkan.

3.      Jika jerami dari sawah dekat kandang harus digunakan sebagai pakan, maka potong jerami tersebut sekitar 1 sampai 1,5 jengkal dari tanah.

4.      Menyisir jerami untuk membersihkannya dari daun padi yang sudah kering.

5.      melayukan hijauan pakan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sehingga kadar air berkurang sebelum diberikan sebagai pakan ternak.

6. Untuk jerami sebaiknya dilakukan penjemuran selama 2-3 hari berturut-turut dan dilakukan bolak-balik jerami saat penjemuran.

7.      Menghindari area berair atau daerah yang pernah diairi dalam jangka waktu tertentu ketika menggembalakan ternak ruminansia. Hal ini untuk mencegah ternak memasuki jabitat siput.

Pencegahan Cacing pada Ternak di Musim Kering

Sementara itu, pengendalian cacing di musim kering atau kemarau biasanya difokuskan pada pemberian obat-obatan. Langkah ini biasanya dilakukan secara massal atau berkelompok, misalnya oleh masyarakat ternak dalam satu daerah tertentu.

Dalam pemberian obat, Albendazole yang digunakan akan menentukan kapan serta frekuensi pemberian obat kepada hewan ternak. Misalnya, untuk jenis obat yang dapat membunuh cacing segala umur, pemberiannya bisa dilakukan hanya satu kali dalam waktu 6 sampai 8 minggu setelah panen padi terakhir. Sementara itu, jika obat yang diberikan hanya mampu membunuh cacing dewasa, lakukan pemberian obat dua kali dalam setahun (idealnya pada bulan Agustus dan beberapa minggu sebelum datangnya musim hujan).

Pemberian obat cacing pada musim kering ini pun memiliki manfaat ekstra. Pertama, ternak ruminansia Anda akan bebas dari infeksi karena cacing sudah dibunuh. Dan manfaat yang kedua adalah limbah di kandang yang bersih dari telur cacing, karena infeksi cacing baru tidak terjadi. Dengan begitu, pencemaran siput karena telur cacing di musim basah berikutnya pun tidak terjadi.

Pengendalian cacing selama musim kemarau pun merupakan kesempatan baik untuk menyimpan hijauan seperti jerami padi yang sudah dikeringkan. Hijauan pun bisa difermentasi terlebih dahulu sebelum akhirnya disimpan. Dengan begitu, hijauan yang nanti diberikan sebagai pakan tidak berisiko menyebabkan infeksi cacing pada ternak ruminansia Anda.