KELOMPOK TANI PENGELOLA BIOINDUSTRI COCABEEF DESA MESA KABUPATEN MALUKU TENGAH MENUJU KEMANDIRIAN PRODUK


Tim BPTP juga memberikan pengarahan tentang pemanfaatan limbah pembuatan Minyak Kelapa Mesa dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kemudian Tim BPTP meninjau kondisi kandang ternak sapi untuk menunjang kegiatan Bioindustri COCABEEF yang ada. Sementara itu, disela-sela pembuatan Minyak Kelapa Mesa dan Kecap Air Kelapa Tim BPTP mengambil survey melalui kuesioner tentang presepsi kelompok tani terhadap kegiatan ini.
Kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Yabok menjadi tantangan bagi BPTP Maluku untuk mencari dan menciptakan teknologi yang tepat. Teknologi yang dihasilkan diharapkan mampu digunakan dengan mudah dan memberikan hasil yang lebih banyak. Sehingga membuat kuantitas dan kualitas Minyak Kelapa Mesa dan Kecap Air Kelapa menjadi lebih baik lagi.

Kegiatan Bioindustri COCABEEF di desa Mesa Kecamatan Teon Nila Serua, Kabupaten Maluku Tengah telah memasuki tahun ke lima. Tantangan dan rintangan dihadapi BPTP Maluku dalam melaksanakan kegiatan sampai saat ini. Kurang semangat muncul di tengah kelompok tani yang menjadi fokus kegiatan, sehingga kelompok tani ini pun hibernasi dari kegiatan. Yabok merupakan kelompok tani yang baru menetas diawaki oleh para perempuan yang kebanyakan beraktivitas sebagai ibu rumah tangga, hadir dengan semangat dan tenaga yang baru. Pola penerapan kegiatan di tahun 2019 ini, lebih banyak inisiatif dari kelompok ibu-ibu yang memiliki semangat yang tinggi dalam memulai dan menghidupkan kembali produk-produk yang sudah pernah dihasilkan. Pendampingan oleh tim peneliti BPTP Maluku akan bergerak setelah kelompok bioindustri ini akan bekerja menghasilkan produk, artinya sudah ada kemauan secara mandiri dalam memajukkan bioindustri di Desa Mesa ini.
Tahun 2019, Bioindustri COCABEEF berkonsentrasi pada pemanfaatan tanaman kelapa yang banyak dijumpai di desa Mesa. Buah kelapa dikumpulkan bermula dari anggota kelompok tani dan sisanya merupakan hasil pembelian dari petani lain. Nantinya, buah kelapa diolah menjadi Minyak Kelapa. Pada saat pembuatan Minyak Kelapa, air kelapa tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai bahan utama Kecap Air Kelapa. Pembuatan Minyak Kelapa dan Kecap Air Kelapa diakukan secara bersamaan. Dalam proses pembuatan, anggota kelompok mulai menggunakan sarung tangan dan masker sebagai upaya menjaga higienis.
Beberapa teknologi digunakan kelompok tani Yabok dalam pembuatan minyak kelapa, antara lain bahan, alat, dan metode. Mesin cukur kelapa digunakan untuk mempercepat dan mendapatkan hasil parutan yang halus. Penambahan NaOH digantikan dengan cabai rawit untuk memeroleh minyak kelapa yang tidak tengik. Namun, ada beberapa teknologi yang tidak digunakan oleh kelompok tani dikarenakan akan memakan waktu yang lebih lama dan hasil yang didapatkan sedikit.
Disamping itu pembuatan kecap sepenuhnya menggunakan teknologi yang disampaikan Tim BPTP Maluku pada beberapa waktu lalu. Volume kecap yang dibuat disesuaikan dengan bahan yang tersedia. Beberapa bahan yang digunakan masih belum dikenal masyarakat yang ada disekitar serta tidak tersedia, alhasil bahan tersebut harus didatangkan dari Ambon.