Penyuluhan Pembuatan Jamu Ternak Pada Kegiatan Bioindustri Padi Sapi

Bioindustri Padi Sapi sebagai salah satu kegiatan yang dirintis oleh BPTP Maluku berlokasi di Desa Grandeng Kecamatan Lolongguba Kabupaten Buru. Dalam perkembangannya, telah banyak produk yang dihasilkan antara lain kompos padat, cair, pedet sapi, beras dan jerami. Oleh karena itu perlu ditunjang ketrampilan yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan.

Kegiatan penyuluhan pembuatan jamu ternak dihadiri oleh PPL pendamping, POPT, mantri ternak, kepala BPP dan anggota Gapoktan Grandeng indahProduksi Ternak Dinas Pertanian. Dalam penyuluhan pembuatan jamu ternak BPTP Balitbangtan Maluku yang diwakili oleh Nurfaizin SPt MSi menjelaskan tentang manfaat serta cara pembuatan jamu ternak sekaligus dilakukan praktek bersama petani yaitu langkah pertama adalah bahan utama jahe, kencur, kunyit, bawang putih, kayu manis, temu lawak, lempuyang, lengkuas dikupas kemudian dicuci. Setelah itu ditimbang dan tumbuk secara halus untuk selanjutnya diperas dengan saringan dan hasil perasan dicampur dengan air 7,5 liter. Sedangkan daun sirih dan sambiloto direbus dengan air 2,5 liter setelah mendidih didiamkan sampai tidak panas untuk selanjutnya dicampur dengan air perasan tadi. Sembari melakukan hal tersebut lakukan pengenceran gula nira ½ kg dengan air sebanyak 1 liter, setelah encer campurkan dan aduk secara merata serta perlahan. Setelah semua tercampur masukkan EM 4 sebanyak 200 ml ke campuran tersebut untuk selanjutnya diaduk secara perlahan. Saat memasukkan mikroba starter EM 4 lakukan secara cepat dan hati-hati selama maksimal 5 menit. Kemudian jamu difermentasi selama 10 hari dengan disertai pengadukan setiap hari sekali selama 10 hari berturut turut. Buka jamu tersebut saat 10 hari jika sudah tercium bau harum maka jamu sudah dapat digunakan. Dalam penyuluhan tersebut juga terdapat sesi tanya jawab dengan peternak sehingga diskusi berjalan dinamis seputar cara pemberian jamu, cara menanggulangi penyakit dan cara penggemukan sapi dengan menggunakan jamu ternak. Di akhir pertemuan dilakukan penyerahan benih sayuran (sawi, kangkung, bayam) dan peninjauan lahan calon petani pemberdayaan gender wanita komoditas sayuran.  

Kegiatan hari berikutnya adalah melihat kondisi pengelolaan peternakan sebagai pupuk kompos padat dan cair. Bahwa produksi kotoran 1 ekor sapi dewasa yaitu adalah 15 kg basah atau 1,8 kg dalam kering. Kotoran padat dan cair selanjutnya difermentasi selama 21 hari dan hasil pupuk cair kemudian dikemas dalam botol dan pupuk padat dikemas dalam karung. Sejauh ini pemanfaatan secara terbatas pada petani gapoktan grandeng indah yaitu tanaman padi dan sayuran bahwa pupuk cair sangat baik terhadap perkembangan tanaman, sedangkan pupuk padat sudah mendapatkan pesanan dari pihak luar. Sedangkan budidaya sapi sebanyak 6 ekor telah berlangsung secara baik karena mempersiapkan pakan jerami dan dedak padi.