Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati dan Pengolahan Lahan untuk Tanaman Cabai

Konsep pertanian ramah lingkungan adalah konsep pertanian yang mengedepankan keamanan seluruh komponen yang ada pada lingkungan ekosistem dimana pertanian ramah lingkungan mengutamakan  tanaman maupun lingkungan serta dapat dilaksanakan dengan menggunakan bahan yang relatif murah dan peralatan yang relatif sederhana tanpa meninggalkan dampak yang negatif bagi lingkungan.

Pestisida Nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat di buat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana.

Pelaksanaan Pembuatan Pestisida Nabati dalam rangka Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai di kegiatan Kawasan Hortikultura di laksanakan di Kebun Percobaan (KP) Makariki Kabupaten Maluku Tengah. Bahan –bahan yang disedikan berupa Sereh, Buah Maja/Kalabasa, Tembakau Kering, Air Kelapa, Gula Merah dan EM4. Cara Pembuatan : Bahan-Bahan tersebut  dihaluskan atau dihancurkan menggunakan penumbuk kayu dan campur dengan air kelapa serta gula merah dan EM4. Bahan tersebut difermentasikan selama 1-2 hari.

Kegiatan pelatihan dihadiri oleh 2 kelompok tani yakni kelompok tani Cemerlang dan kelompok tani Usaha Bersama. Pembuatan Pestisida Nabati bertujuan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimiawi. Pestisida nabati yang disiapkan tidak hanya sebagai bahan pengobatan tetapi juga berfungsi sebagai pupuk karena bahan air kelapa yang mengandung hormon Zat Perangsang Tumbuh (ZPT).

Praktek pembuatan Pestisida selesai dilanjutkan dengan pembersihan lahan dan olah lahan untuk tanaman cabai. Awalnya lahan cabai adalah bekas lahan rumput gajah. Lahan dibersihkan dari sisa-sisa gulma dan rumput pakan ternak dan dilanjutkan denan pembajakan tanah menggunakan Jonder. Setelah lahan di olah diberi perlakuan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang yang dicampur dengan Natural Glio sebagai upaya pencegahan  serangan cendawan fusarium sp. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Saprodi berupa Pupuk dan Pestisida Nabati kepada Petani Kooperator Bapak Jamaludin.