Seminar Analisis Kebijakan “Membangun Pertanian Modern Era Industri 4.0 yang Mensejahterakan Petani”

Konsep pengembangan pertanian yang banyak dikembangkan pada saat ini adalah konsep pertanian cerdas, yang biasa juga disebut smart farming atau precision agriculture. Konsep ini merujuk pada penerapan TIK pada bidang pertanian. Tujuan utama penerapan teknologi tersebut adalah untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Untuk mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah, dunia pertanian kemudian mengadopsi istilah Revolusi Pertanian 4.0, dimana pertanian diharapkan melibatkan teknologi digital dalam proses pengembangannya.

Seminar Analisis Kebijakan “Membangun Pertanian Modern Era Industri 4.0 yang Mensejahterakan Petani dibuka oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian Bpk. Dr. Muhammad Prama Yufdy, MSc. Peserta yang hadir dalam acara seminar sebanyak 46 orang sekaligus membawakan makalah yang nanti dipresentasikan di hadapan para pakar. Para pakar yang hadir adalah Dr. Rusman Hermawan, Prof Pantjar Simatupang, Dr. Haryono, Prof. Sumarno, Prof Akhmad Suryana, dan beberapa prof Riset  lainnya.

Kegiatan seminar pertanian moderen 4.0 di bagi dalam beberpa sesi  yakni Kesiapan Daerah, Sumber daya alam, Produksi, Teknologi Inovatif, Pengolahan hasil dan pascapanen, SDM dan Kelembagaan, Kebijakan

Seminar ini berlangsung selama 3 hari yakni tanggal  17 s/d 19 September 2019, di hotel Onih, Jln Paledang no 52 Bogor Jawa Barat. BPTP Maluku yang diwakili oleh Dr, Procula R. Matitaputty, S,Pt. M.Sc menyampaikan makalah dengan judul : Pengembangan Peternakan Lokal Menuju Era Induatri 4.0 pada Wilayah Gugus pulau si Provinsi  Maluku. Judul ini masuk dalam sesi pertama yakni KESIAPAN DAERAH.