Temu Lapang dan Panen Perdana Padi Sawah Tadah Hujan di IP2TP Makariki Kabupaten Maluku Tengah

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Maluku melaksanakan Temu Lapang dan Panen padi dalam kegiatan pengembangan pola tanam mendukung indeks pertanaman di  lahan sawah tadah hujan telah dilaksanakan di hamparan sawah IP2TP Makariki Kabupaten Maluku Tengah (Rabu, 18 September 2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kabuaten Maluku Tengah, Kepala BPTP-Balitbangtan Maluku, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tengah, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Maluku Tengah, Komandan KODIM 1502 Masohi, Kapolres Kabupaten Maluku Tengah, Camat Kecamatan Amahai, Raja Desa Makariki, Kepala BPP Kecamatan Amahai dan Kecamatan TNS, Penyuluh Sekecamatan Amahai, Ketua Kelompok Tani Sekecamatan Amahai dan Petani Kooperator.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Pada Lahan Kering yang biasanya di tanam 1 kali dalam dalam setahun kita tingkatkan IPnya menjadi 2 – 3 kali, Ini terjadi karena fungsi pendampingang langsung dari sumber teknologi yaitu BPTP Balitbangtan  Maluku. Luas Lahan yang ditanami sat ini 5 Ha yang terdiri dari 3 Ha tumpang sari padi dan kedelai, 1 Ha Monokultur dan 1 Ha Monokultur Padi. Varietas jagung yang ditanami adalah Nasa 29 yang mempunyai potensi hasil 13 ton/ha umur tanaman 100 hari. Sementara varietas Padi Gogo adalah Inpago 8, Inpago 11, Inpago 12, Rindang 1, Rindang 2 dengan umur tanaman antara 111 – 119 hari. Sistim tanam yang diterapkan sesuai Juknis dari Balai Besar untuk Tumpang Sari Padi dan Jagung adalah Penanaman Padi Gogo 3 minggu lebih awal baru dilakukan penanaman Jagung, Pemupukan yang dilakukan berdasarkan analisis PUTK (Pemupukan Padi sebanyak 3 kali dan Pemupukan Jagung sebayak 2 kali) dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, ungkap Penanggung Jawab Kegiatan (Wahid, SP, MP).  

Dr. Ir. Abd. Gaffar, M.Si selaku Kepala  BPTP Balitbangtan Maluku dalam sambutannya menjelaskan tentang Tupoksi BPTP Balitbangtan Maluku dan IP2TP Makariki serta menjadikan IP2TP sebagai Agrowidya Wisata. Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan 600 Teknologi Inovatif Pertanian yang merupakan rangkuman dari Invensi-invensi Unggulan yang telah dihasilkan dan masih sedikit yang diadopsi untuk itu dibutuhkan kerjasama dan bersinergi dengan para penyuluh yang ada di daerah, Kelompok  Tani serta Petani sehingga teknologi dapat diadopsi dan dikembangkan serta memberikan manfaat bagi petani pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.   

Bupati Kabupaten Maluku Tengah Bpk. Marlatu.L.Leleury, SE dalam sambutannya sekaligus membuka dengan resmi acara Temu Lapang dan Panen Kegiatan IP mengatakan bahwa sebagai Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tengah secara pribadi dan mewakili masyarakat memberikan apresiasi yang sangat besar kepada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Maluku yang telah memberikan bimbingan kepada kelompok petani secara tekun melalui inovasi teknologi untuk peningkatan Indeks Pertanaman mulai dari penanaman, pemeliharaan sampai panen. Keberhasilan ini adalah wujud komitmen bersama dalam rangka mendukug program pemerintah pusat maupun daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan sebagai pilar perekonomian bangsa dengan memanfaatkan sumberdaya di masing-masing daerah dan dapat mewujudkan Maluku Tengah yang lebih maju, sejahtera dan berkeadilan dalam semangat hidup orang basudara melalui pembangunan berkelanjutan.

Acara dilanjutkan dengan Panen Padi bersama dan dirangkai dengan Acara Sambung Rasa yang dipimpin oleh Dr. Ir. Janes. B. Alfons, MS dilakukan dialog dengan penyuluh Kecamatan Amahai dan Petani Kooperator yang berlangsung menarik dan penuh antusias.