Penanaman Cabai dan Pelatihan Pembuatan Pakan Silase Jerami di Kabupaten Maluku Tengah

Pengembangan Kawasan merupakan pengembangan suatu wilayah yang berbasis pembangunan pertanian. Kegiatan Kawasan Pertanian Nasional melakukan 2 kegiatan yakni Penanaman Cabai dan Pembuatan Pakan Silase Jerami di Kabupaten Maluku Tengah dengan Tim Teknis Ir. Rizal Latuconsina dan Nurfaizin S,Pt. M.Si.

Penanaman Cabai

Cabai merupakan komoditas unggulan hortikultura Indonesia dan paling banyak dikonsumsi masyarakat dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomis cukup penting. Penyiapan Lahan untuk Penanaman Cabai yaitu dengan membuat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 30 cm dan jarak antar bedeng 30 cm, kemudian pupuk kandang dan Natural Glio ditebarkan ke permukaan bedengan, selanjutnya ditutup dengan mulsa plastik hitam perak (MPHP),  selanjutnya mulsa plastik tersebut dilubangi dengan kaleng yang dipanaskan dengan bara api dengan jarak tanam 60 x 70 cm, selanjutnya dibuat lubang tanam  dengan cara di tugal kedalaman 15-20 cm.

Anakan yang telah disemai selanjutnya dibasahi untuk memudahkan pencabutan agar akar tidak putus saat pemindahan ke lubang tanam yang telah dipersiapkan. Penanaman sebaiknya dilakukan sore hari sekitar jam 16.00 wit, agar anakan  cabai tidak cepat layu akibat terkena sinar matahari. Setelah tanaman seluruhnya ditanam selanjutnya disiram dengan mengguanakan gembor/selang.

Kegiatan Penanaman Cabai Mulai Dari Pemasangan MPHP, Media Pesemaian, Pembuatan Lubang Pada Media Mulsa Plastik, Pembuatan Lubang Tanam Sesuai Jarak Tanam dan Penanaman Cabai

Kawasan Sapi potong

Pelatihan pembuatan pakan silase jerami dilakukan pada hari kamis 19 September 2019 dengan peserta dari peternak. Manfaat pakan silase memiliki manfaat diantaranya pakan memiliki masa simpan yang lama, persediaan makanan ternak pada musim kemarau, menampung kelebihan stok pakan pada musim hujan dan memanfaatkan secara optimal, Meningkatkan nilai ekonomi dari hasil ikutan dari limbah pertanian dan perkebunan yang biasa terbuang percuma menjadi pakan ternak.

Alat yang digunakan adalah: Timbangan, Ember, Drum untuk silo atau kantong plastik dan Alas plastik Sedangkan bahan yang digunakan yakni :  Jerami 100 kg, Dedak 3 kg, Molases / gula merah 1 kg, EM 4  100 ml, dan Air secukupnya.

Langkah Kerja: (1) Menimbang semua bahan yang diperlukan; (2)  Menghamparkan jerami di atas lantai yang bersih atau di atas plastik; (3) Mencampur EM 4 dan molases / air gula merah 1 kg dengan air di dalam; (4) Kemudian campuran tersebut dipercikkan pada jerami secara merata, kemudian jerami dibolak balikkan; (5) Secara sedikit demi sedikit masukkan ke dalam drum atau kantong plastik, sambil dipadatkan agar udara yang ada dalam drum dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali. (6) Setelah semua bahan tercampur, maka silo ditutup serapat mungkin agar tidak ada udara yang masuk dan proses anaerob berjalan dengan baik. (7). Setelah berlangsung 3 minggu, bukalah silase tersebut. Kemudian diangin-anginkan selama 2 jam sebelum diberikan kepada ternak.

Penulis: Ir. Rizal Latuconsina

Kegiatan Kawasan Peternakan