Tingkatkan Pengetahuan Petani Peternak dengan Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Sapi

Pemanfaatan sumber daya pertanian tanaman pangan dalam bentuk limbah sebagai sumber pakan ternak merupakan langkah effisiensi mengatasi kekurangan produksi rumput. Limbah pertanian termasuk sumber hijauan in-situ yakni tersedia dalam jumlah melimpah dan mudah diperoleh. Sebagian besar limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak sapi. Dari bermacam-macam limbah pertanian yang mempunyai potensi besar sebagai sumber hijauan adalah jerami jagung.

Sosialisasi limbah pertanian tanaman jagung sebagai pakan ternak sapi dilakukan pada tanggal 13 Desember 2019 di IP2TP Makariki Kabupaten Maluku Tengah oleh Nurfaizin, S,Pt. M.Si dan Wa Hamsia. SST. Bahwa limbah tanaman jagung memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Potensi Limbah jagung sangatlah besar mengingat di IP2TP Makariki sebagai produsen yang melakukan melakukan budidaya jagung sendiri. Limbah jagung terdiri dari jerami jagung, batang jagung, kulit jagung, dan kulit ari jagung agar dapat termanfaatkan dan dikonsumsi sapi secara optimal adalah dengan cara melakukan pengolahan secara fisik, yaitu dilakukan pecacahan dengan menggunakan cooper. Dengan melakukan pencacahan maka ukuran partikel limbah jagung tersebut menjadi lebih kecil (1-3 cm) sehingga memudahkan sapi dalam mencerna dan mengunyah makanan sehingga sisa pakan yang tidak terkonsumsi lebih sedikit. Hal tersebut adalah pengalaman yang baru untuk masyarakat peternak di sekitar makariki karena selama ini masyarakat hanya mengandalkan rumput alam yang segar.

Praktek pelatihan pembuatan pakan sapi dari limbah pertanian tanaman jagung dilakukan keesokan harinya pada tanggal 14 Desember 2019. Alat yang digunakan adalah: Mesin Pencacah, Ember dan Garam sedangkan bahan adalah : jerami jagung kering jerami jagung segar dan kulit jagung kering. Adapunlangka kerja sebagai berikut : Alas terpal di bawah mesin pencacah. Kemudian mesin pencacah dinyalakan. Semua bahan dimasukkan ke dalam mesin pencacah dan secara sedikit demi sedikit hasil cacahan yang keluar dikumpulkan.
Praktek pemberian limbah jagung yang sudah dicacah ke ternak yaitu mencampurkan garam yang sudah dilarutkan ke air kemudian mempercikkan di atas limbah jagung yang sudah dicacah. Terlihat sapi sapi mulai makan limbah jagung yang sudah dicacah. Dari kegiatan tersebut, testimoni peternak makariki yaitu memberikan pengetahuan baru sekaligus mengubah mindset bahwa sapi yang selama ini pakan sapi segar dan berwarna hijau ternyata dapat juga mengonsumsi limbah yang sudah kering.