Bangkitkan Semangat Cinta Pertanian pada Generasi Milenial

Dunia pertanian tidak hanya boleh diketahui dan dipelajari oleh orang dewasa, tetapi pengenalan tentang dunia pertanian juga sangat baik jika di mulai sejak dini. Kali ini penyuluh pertanian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku, yaitu Ir. Florentina Watkaat dan Asti Caturatmi, SP., bertandang ke TK/RA Daarun Na’im yang berlokasi di Wayame, untuk melakukan pengenalan tentang cara budidaya tanaman. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari yaitu sejak tangal 27 sampai dengan 30 Januari 2020.

Seluruh siswa/i RA Daarun Na’im mendapatkan kesempatan untuk belajar budidaya tanaman sayuran dan buah. Dengan tangan mungilnya, mereka melakukan setiap tahap budidaya tanaman yang telah diajari sebelumnya, mulai dari penyiapan polibag, mengisi tanah kedalam polibag, menanam bibit sayuran seperti kangkung dan bayam, serta menanam bibit buah strawberi.  Tanaman yang sudah ditanam didalam polibag, diletakan di pekarangan sekolah.

Seluruh siswa/i sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, karena ini adalah pengalaman pertama mereka dalam melakukan kegiatan bercocok tanam. Para siswa/i memiliki tanggung jawab untuk merawat tanaman mereka masing-masing, dengan cara menyiram tanaman yang telah ditanam setiap hari sebelum mereka masuk kelas. Perawatan tanaman ini akan terus dilakukan, sampai pada akhirnya waktu panen.

Kegiatan semacam ini adalah kegiatan yang sangat positif. Selain mengajari siswa/i untuk bercocok tanam dan menyayangi tanaman dengan  cara merawatnya setiap hari, ada banyak nilai yang terkandung dalam kegiatan ini antara lain, melatih kesabaran, kemandirian, kerjasama dan juga tanggung jawab. Indah Oktaviyanty, S.Pd selaku PLH Kepala sekolah RA Daarun Na’im mengharapkan kegiatan seperti ini dapat dilakukan setiap tahun. Agar siswa/i generasi milenial bisa mencintai dunia pertanian sejak dini, mengingat negara Indonesia adalah negara agraris, sehingga dibutuhkan generasi penerus yang mau dan dapat selalu mengembangkan pertanian Indonesia. Jika tidak dimulai sejak dini kapan lagi.

Penulis : Asti Caturatmi, SP