Percepat Penyebaran padi Inpari Ir Nutri Zinc demi Pencegahan Stunting

Sebagai upaya menurunkan angka prevalensi kekurangan gizi dan meningkatkan penyediaan sumber mineral penting khususnya zinc (Zn) pada beras, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian melakukan Inovasi dalam penanggulangan kekurangan zinc yang mengakibatkan kekerdilan (stunting) yaitu program biofortifikasi melalui perakitan varietas yang memiliki kandungan zinc tinggi.
Upaya percepatan penyebaran telah dilakukan sejak pelepasan varietas Inpari IR Nutri Zinc pada tahun 2019 hingga saat ini. Pada tahun 2020, biofortifikasi masuk di dalam program prioritas RPJMN 2020-2024 yang ditetapkan Bappenas”, kata Yudistira Nugraha selaku Kepala Bidang Program dan Evaluasi mewakili Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) saat sambutan pembukaan Workshop Pengembangan Varietas Biofortifikasi Padi Inpari IR Nutri Zinc di Auditorium Sadikin Somaatmadja, BB Padi, Sukamandi, Subang, Kamis (30/1/2020).


Workshop tersebut diikuti oleh Direktur Serealia Dirjen Tanaman Pangan, Perwakilan PT Sang Hyang Sri, Perwakilan Pertani, peneliti, dan perwakilan dari dinas 9 provinsi serta BPTP dan 30 pesertalainnya yang hadir dimana BPTP Maluku diwakili oleh Peneliti BPTP Maluku Sheny. S, Kaihatu, SP. Dalam kesempatan tersebut Noor Avianto, Kepala Subdit Peternakan Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, yang hadir sebagai nara sumber pada acara workshop tersebut mengatakan, pihaknya mendukung Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan biofortifikasi di sektor pertanian atau pangan untuk mengatasi stunting dan sejalan dengan program yang ditetapkan Bappenas. Ditegaskan Bappenas telah menetapkan tujuh prioritas nasional agenda pembangunan dan salah satu butirnya adalah memperkuat ketahanan ekonomi. Pada butir tersebut ada delapan prioritas yang perlu ditekankan di dalam penguatan ekonomi, dimana salah satunya adalah peningkatan ketersediaan akses dan kualitas konsumsi.Sementara itu Direktur Serealia Bambang Sugiharto dalam paparanya menyampaikan beberapa hal terkait target penyebaran benih Inpari IR Nutri Zinc yaitu target ekspor beras unggulan, pelaksanaan program di wilayah stunting, dan rencana alokasi bantuan.
Untuk mendukung budidaya padi biofortifikasi seluas 10.000 Ha di tahun 2020, maka Badan Litbang Pertanian melalui BPTP di setiap Provinsi telah siap melakukan produksi benih sebar dengan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten. BPTP dan Dinas Pertanian Provinsi telah melakukan sinergi program terkait dengan penyedian benih Inpari IR Nutrizinc dan kesiapan benih berkisar pada bulan Agustus/September dan sinergi program pengembangan Inpari IR Nutrizinc difasilitasi oleh BB padi dan Direktorat Serealia.