Dukungan Perbenihan Sebar Padi Sawah di Maluku

Varietas unggul merupakan salah satu teknologi yang berperan penting dalam peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian. Varietas unggul tanaman padi, palawija dan hortikultura yang telah diadopsi oleh petani secara luas merupakan kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Secara terus menerus, varietas-varietas unggul tersebut terus diperbaiki keunggulannya melalui proses pemuliaan, dan apabila memenuhi persyaratan, selanjutnya dilepas secara resmi oleh pemerintah (Menteri Pertanian) sebagai varietas unggul baru (VUB). Sebagai gambaran, selama tiga dasawarsa terakhir, telah dilepas sekitar 83 varietas padi, yang terdiri atas padi sawah inhibrida dan hibrida, padi ketan, padi gogo, padi rawa pasang surut, dan selama dasawarsa terakhir juga telah dilepas 35 varietas jagung dan 26 varietas kedelai.

Produksi benih sumber menjadi sangat penting dan menempati posisi strategis dalam industri perbenihan nasional guna mendukung peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai.  Selanjutnya benih sumber akan menjadi sumber bagi produksi benih dari kelas di bawahnya yang akhirnya digunakan petani.  Untuk mempercepat laju penyaluran benih sumber yang bersertifikat hingga ketingkat petani perlu dibangun suatu sistem produksi benih sumber secara partisipatif mulai dari pemilihan komoditas dan varietas yang mendapat respon cukup baik dari petani maupun penangkar benih lokal.

Walaupun program perbenihan telah berjalan sekitar 30 tahun, tetapi ketersediaan benih bersertifikat belum mencukupi kebutuhan potensialnya. Peran Puslitbang Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian untuk mendukung penggunaan benih bermutu dilakukan dengan menghasilkan Varietas Unggul Baru (VUB), namun di tingkat pedesaan ketersediaannya masih kurang. Pada saat diperlukan konsumen, benih sering tidak tersedia, atau bila tersedia jumlah dan mutunya tidak sesuai dengan preferensi konsumen. Selain itu penangkar benih yang telah ada masih kurang berfungsi secara optimal sehingga tidak mampu menyediakan benih berlabel secara kontinu.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku, diberi tugas untuk turut mempercepat penyebarluasan VUB yang dikemas dalam kegiatan diseminasi dan promosi VUB yang baru dilepas oleh pemerintah dan VUB yang sudah dilepas dalam lima tahun terakhir tetapi belum berkembang di tingkat petani maupun penangkar benih lokal.  Untuk itu BPTP ditugaskan untuk menyediakan benih VUB kelas FS (Foundation Seed) yang selanjutnya hasilnya didistribusikan kepada penangkar benih formal maupun informal untuk diperbanyak sehingga menghasilkan benih SS (Stock Seed) dan ES (Extension Seed.

Diharapkan benih dasar yang diproduksi dapat membantu dalam penyebaran benih padi ditingkat petani.  Penyebaran varietas unggul baru Badan Litbang Pertanian diyakini mampu meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman mendukung penyediaan pangan beras di Maluku.  Dalam musim tanam Maret 2020, BPTP Maluku telah melakukan tahapan persiapan lahan dan persemaian benih padi Varietas Unggul Inpari 42 dan Inpari 43 di lahan petani seluas 2 ha di Desa Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat.  Mulai tahapan persiapan lahan dan persemaian merupakan bagian dari tahapan awal yang penting dan mendapat pendampingan dari peneliti BPTP Maluku Dr. Ir. Rein Estefanus Senewe, M.Sc serta didampingi oleh tim Ir. Marietje Pesireron, MP dan Ir. Irfan Ohorela.

 Diharapkan tahapan penanaman sampai dengan pasca panen berjalan dengan baik serta dukungan air irigasi, akan berdampak pada hasil panen yang baik pula.  Hasil panen nantinya dapat dimanfaatkan petani untuk musim tanam berikutnya untuk wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur.