Pengawalan Pembibitan Cengkeh Di Desa Liliboy Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah

Sektor pertanian tidak hanya menjadi bagian vital bagi Indonesia karena merupakan sumber pendapatan, namun juga menjadikan masyarakat dunia bergantung dalam memenuhi kebutuhan. Hingga saat ini pertanian Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara lain utamanya dalam merebut pangsa pasar dunia . Tidak hanya jumlah produksi yang dihasilkan, namun juga kualitas dan ketersediaannya. Komoditas yang menjadi rebutan dunia dari Indonesia adalah komoditas perkebunan dari aneka komoditas rempah-rempah.

Tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum) merupakan tanaman perkebunan/industri berupa pohon dengan famili Myrtaceae. Tanaman Cengkeh memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan karena pohon cengkeh memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Bertolak dari penjelasan di atas, maka Penanggung jawab kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi Perbenihan komoditas Cengkeh (Wahid, SP. MP) selama 2 hari yakni 6 – 7 Maret 2020 melakukan pengawalan terhadap  pembibitan tanaman cengkeh di Desa Liliboy Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Liliboy yang mengkoordinir kegiatan perbenihan Cengkeh.

Bibit yang ditanam akan menentukan berhasil atau gagalnya suatu tanaman. Pembibitan tanaman cengkeh merupakan salah satu aspek dari budidaya cengkeh yang menentukan keberhasilan pertanaman cengkeh. Benih yang diambil untuk pembibitan di desa Liliboy berasal dari sumber benih yang diambil dari pohon induk terpilih. Pohon Induk Terpilih (PIT) didasarkan pada hasil seleksi, seleksi didasarkan pada beberapa kriteria penting yang harus dipenuhi agar sumber benih cengkih yang dihasilkan jelas asal-usul dan potensi produksinya dan telah disertifikasi oleh Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon.

Laporan Kepala Desa bahwa dari total 15.000 anakan cengkeh yang akan dibibitkan sudah ditanam 1.500 anakan dalam polybag yang sudah berumur 2 minggu sampai 1 bulan. dan melibatkan masyarakat sekitar dalam pengisian polybag. Naungan yang digunakan pada saat pembibitan adalah menggunakan paranet dengan tiang penyangga dari bambu.

Sekarang pohon cengkeh hampir punah, dengan adanya Diseminasi Inovasi Teknologi Perbenihan Komoditas dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan tujuan mengembalikan kejayaan pertanian cengkeh di Maluku kembali berkiprah.