WORKSHOP KOORDINASI KEGIATAN PENINGKATAN INDEKS PERTANAMAN 2020

Workshop Koordinasi Peningkatan Indeks Pertanaman telah diselenggarakan di Ruang Rapat Bisbul, Balai Besar Pengkajian dan PengembanganTeknologi Pertanian (BBP2TP) pada tanggal 10-11 Maret 2020.

Acara ini dibuka oleh Kepala BBP2TP (Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si) dilanjutkan dengan pemaparan dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, peneliti dari Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dan di hari kedua dilaksanakan sosialisasi petunjuk pelaksanaan kegiatan dari BBP2TP dan  lesson learned oleh BPTP Lampung, BPTP Kalteng, BPTP Jawa Barat dan BPTP Nusa Tenggara Timur serta dari Staf Editor Penerbit Agro Indo Mandiri (AIM Press).

Workshop dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) menyamakan persepsi dalam pelaksanaan kegiatan penerapan inovasi teknologi mendukung peningkatan indeks pertanaman; (2) meningkatkan pengetahuan dan kinerja para peserta pertemuan dalam prediksi musim tanam, manajemen kelembagaan pengelolaan air dan hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan; (3) mensosialisasikan Sistem Informasi Katam Terpadu dan Decision Support System (DSS) peningkatan Indeks Pertanaman; dan (4) mensosialisasikan Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian untuk Peningkatan Indeks Pertanaman di lahan sawah tadah hujan dan lahan kering tahun 2020.

Workshop ini dihadiri oleh semua penanggung jawab kegiatan Peningkatan Indeks Pertanaman dari 33 BPTP dan 25 anggota Tim Gugus Tugas Kalender Tanam dan Perubahan Iklim di BPTP, 8 orang Narasumber, 2 orang pembahas undangan, 2 orang dari program pasca sarjana IPB, serta semua anggota Tim Kegiatan Peningkatan Indeks Pertanaman di BBP2TP.

Hasil kegiatan peningkatan IP agar dapat ditransformasikan menjadi karya tulis ilmiah  bagi peneliti maupun penyuluh yang diterbitkan dalam Bagian dari buku/bunga rampai/jurnal/prosiding/naskah dalam majalah ilmiah sebagai unsur utama dan buku panduan teknis/ilmiah popular/artikel ilmiah media cetak atau elektronik/buku ajar sebagai unsur penunjang.

Setelah mengikuti Workshop di Bogor, dilanjutkan membeli benih jagung di Balitsereal Maros Sulawaesi Selatan.  Benih jagung yang dibeli adalah benih jagung  komposit Klas BS diantaranya benih jagung Varietas Provit A1, Varietas Lamuru, Varietas Bisma, Varietas Sukmaraga masing-masing 5 kg sehingga total benih yag dibeli yaitu 20 kg. Benih ini diperuntukkan untuk bisa memenuhi kebutuhan untuk periode tanam kedua (MT II) sehingga saat MT II tidak perlu lagi mendatangkan benih jagung dari luar daerah.