Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kisah Sukses KRPL Desa Soahuku (KOMIK)

Dinamika OPT di Maluku

No images

Highlight

banner9
banner7
banner

Digital Online

Statistik

Anggota : 2
Konten : 312
Jumlah Kunjungan Konten : 260590

Kalender Kegiatan

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday204
mod_vvisit_counterYesterday204
mod_vvisit_counterThis week1949
mod_vvisit_counterThis month5534
mod_vvisit_counterAll25859
Perbanyakan Benih Sumber Padi Sawah Di Maluku Tahun 2011 PDF Cetak E-mail
Oleh A. Arivin Rivaie, dkk   
Varietas unggul merupakan salah satu teknologi yang berperan penting dalam peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian. Varietas unggul tanaman padi, palawija dan hortikultura yang telah diadopsi oleh petani secara luas merupakan kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Secara terus menerus, varietas-varietas unggul tersebut terus diperbaiki keunggulannya melalui proses pemuliaan, dan apabila memenuhi persyaratan, selanjutnya di lepas secara resmi oleh Pemerintah (Menteri Pertanian) sebagai varietas unggul baru (VUB). Sebagai gambaran, selama tiga dasawarsa terakhir, telah dilepas sekitar 83 varietas padi, yang terdiri atas padi sawah inhibrida dan hibrida, padi ketan, padi gogo, padi rawa pasang surut, dan selama dasawarsa terakhir juga telah dilepas 35 varietas jagung dan 26 varietas kedelai.

Perbanyakan benih pada umumnya dimulai dari penyediaan benih penjenis (BS) oleh Balai Penelitian Komoditas, sebagai sumber bagi perbanyakan benih dasar (FS), benih dasar sebagai sumber bagi perbanyakan benih pokok (SS), dan benih pokok sebagai sumber bagi perbanyakan benih sebar (ES). Kesinambungan alur perbanyakan benih tersebut sangat berpengaruh terhadap ketersediaan benih sumber yang sesuai dengan kebutuhan produsen/penangkar benih dan menentukan proses produksi benih sebar. Kelancaran alur perbanyakan benih sangat menentukan kecepatan penyebaran varietas unggul baru kepada petani.

Dalam upaya mendukung percepatan penyebaran dan adopsi varietas-varietas unggul baru yang telah dihasilkan, Badan Litbang Pertanian beserta jajarannya, terutama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, sangat penting berperan dalam penyediaan benih sumber (benih dasar/benih pokok) bagi pengguna (petani).

Unit Pengelolaan Benih Sumber pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPTP Maluku No.18/I.10.27/OT.130/01/2011 tanggal 26 Januari 2011, bertugas dalam proses manajemen perbenihan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan lapang (pertanaman), pemberdayaan, pendistribusian, komersialisasi, pengendalian dan ketatalaksanaan. Walaupun UPBS BPTP Maluku telah dibentuk, namun sarana dan prasarana belum tersedia, sehingga fungsi UPBS difokuskan pada perbanyakan benih sumber padi sawah di sentra produksi padi sawah, yaitu Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur.

Tujuan perbanyak benih sumber padi sawah adalah untuk (1) memproduksi dan mengelola benih sumber tanaman bersertifikat untuk percepatan penyebaran dan adopsi varietas unggul baru oleh pengguna di Provinsi Maluku, dan (2) mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu dalam produksi benih sumber bermutu.

Kegiatan UPBS BPTP Maluku tahun 2011 terfokus pada perbanyakan benih sumber padi sawah yang dilaksanakan di empat kabupaten sentra produksi, yaitu Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur dengan melibatkan 9 petani penangkar dengan total lahan 10 ha. Kerja sama dengan petani penangkar untuk perbanyakan benih sumber dilakukan dengan sistem bagi hasil yaitu 50% untuk petani penangkar dan 50 % untuk BPTP Maluku.

Bentuk kegiatan perbanyak benih terdiri atas dua bagian utama, yaitu (1) perbanyakan benih sumber (FS dan SS) dan (2) pelatihan petani penangkar. Perbanyak benih sumber dilakukan di empat kabupaten (Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur) dengan luasan 2 ha per kabupaten. Perbanyakan benih sumber dilaksanakan dengan menggunakan teknologi produksi benih padi sawah.

Mengingat kegiatan UPBS termasuk dalam Revisi DIPA, maka penanaman jatuh pada MT II (Nopember 2011) dan panen diperkirakan jatuh pada bulan Pebruari 2012. Perbanyakan benih sumber terdiri atas Inpari 13 (Kelas Benih FS = 35 kg dan SS = 75 kg); Inpari 10 (Kelas Benih FS = 10 kg dan SS = 40 kg); Inpari 3 = 5 kg dan SS = 10 kg); dan Ciherang (Kelas Benih FS = 5 kg dan SS = 20 kg).

Perkiraan produksi benih sumber dan benih sebar padi sawah sebagai berikut; (1) Inpari 13 (Kelas Benih SS = 4.38 ton; ES = 9,39 ton); (2) Inpari 3 (Kelas Benih SS = 0.63 ton; ES = 1,25 ton); (3) Inpari 10 (Kelas Benih SS = 1.25; ES = 5.00 ton); (4) Ciherang (Kelas Benih SS = 0.63; ES = 2.5 ton).

Pelatihan petani penangkar benih telah dilakukan di empat kabupaten (Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, dan Buru) sejak bulan Nopember sampai Desember 2011, melibatkan petani penangkar dan calon penangkar sebanyak 126 orang. Judul materi pelatihan meliputi : (1) Pengembangan Sistem dan Teknik Produksi Benih Sumber Padi Berbasis Sistem Manajemen Mutu, (2) Penyiapan Benih Dan Varietas Unggul Padi, (3) Penguatan Kelembagaan Penangkar Benih Padi.

Dokumentasi Kegiatan Perbenihan



Keragaan Tumbuhan Tanaman  Inpari 10 dan Inpari 13 di Desa Waimital



 
Pelatihan Penangkar Benih Padi Sumber di Desa Waimital


LAST_UPDATED2
 

Helena Tarumaselly

Joomla Templates by JoomlaVision.com