Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kisah Sukses KRPL Desa Soahuku (KOMIK)

Dinamika OPT di Maluku

No images

Highlight

banner7
banner
banner9

Digital Online

Statistik

Anggota : 2
Konten : 295
Jumlah Kunjungan Konten : 249102

Kalender Kegiatan

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday277
mod_vvisit_counterYesterday420
mod_vvisit_counterThis week1932
mod_vvisit_counterThis month8839
mod_vvisit_counterAll19763
Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) Di Maluku PDF Cetak E-mail
Oleh Rosniyati Swarda, dkk   
Peningkatan ketahan pangan merupakan prioritas utama dalam pembangunan karena pangan merupakan kebutuhan paling mendasar bagi manusia. Ketahanan pangan diartikan sebagai tersediannya pangan dalam jumlah yang cukup, terdistribusi dengan harga terjangkau dan aman dikonsumsi oleh setiap warga untuk menopang aktivitasnya sehari-hari sepanjang waktu. Dalam program Pembangunan Pertanian, Kabinet Persatuan Nasional dijelaskan bahwa ketahanan Pangan mencakup tingkat rumah tangga dan tingkat nasional (Anonimous, 1999).

 Berkaitan dengan hal tersebut Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian sejak awal Pebruari 2011 telah menginisiasi contoh model pengembangan kemandirian pangan setingkat wilayah desa/ dusun dan rumah tangga pendukungnya berbasis optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lokal lahan pekarangan (Anonimous, 2011). Model percontohan tersebut divisualisasikan dalam bentuk kawasan yang dibangun dari unit – unit rumah tangga yang menerapkan prinsip pemanfaatan pekarangan secara optimal ramah lingkungan dan ditopang pula oleh maksimalisasi produktivitas lahan olah dan non-olah pertanian di dalam kawasan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat berbasis partisipasi masyarakat. Konsep dalam unit percontohan ini disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Dalam upaya mendukung kemandirian pangan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku telah melakukan kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari di Negeri/Desa Soahuku, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah dan 1 (satu) unit Model percontohan RPL di lingkungan kantor sebagai display/miniatur implementasi penerapan model KRPL dengan beberapa strata. Tujuan dari pengembangan rumah pangan adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, mengembangkan ekonomi produktif dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat. Sasaran kegiatan adalah berkembangnya usaha produksi dan pengolahan produk di pedesaan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan ekonomi masyarakat.

Pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan lestari dilaksanakan dengan pendekatan secara partisipatip dengan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan 36 unit KK meliputi, 24 KK bergerak pada luasan pekarangan < 100 M2/ hanya memiliki teras (stara 1), dan 12 KK pada luasan pekarangan 100 – 200 M2 (strata 3). Komoditas yang dikembangkan pada stratifikasi RT stara 1 adalah kangkung, bayam, tomat, cabai, sawi dan seledri dengan sistem tanam secara vertikultur dan di polybag (Gambar 1), sedangkan komoditas yang dikembangkan pada strata 2 adalah tanaman sayuran (kangkung, bayam, tomat, cabai, sawi, kacang panjang) dan umbi-umbian (talas, ubi jalar, ubi kayu) serta toga (sereh, kunnyit, jahe) (Gambar2). Untuk menjamin ketersediaan bibit di desa dibangun 1 unit Kebun Bibit Desa (KBD) Gambar 3.











Pengembangan RPL dilaksanakan melalui berbagai tahapan mulai persiapan sampai pelaksanaan dengan melibatkan semua pihak terkait serta pendampingan teknologi dari BPTP Maluku. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari pemerintah setempat. Saat ini di sebagian besar rumah tangga yang terlibat dalam kegiatan RPL telah memanfaatkan lahan pekarangan yang semula merupakan lahan tidur dengan menanam berbagai komoditas sayuran dan umbi-umbian. Manfaat lain yang dirasakan adalah pemenuhan pangan sehari-hari didapatkan dari pekarangan rumah sendiri dan tidak merasa khawatir dengan pestisida. Selain itu petani telah menambah pendapatan dengan menjual bayam Rp 4000,-/ikat.

Tahun 2011 adalah merupakan permulaan BPTP Maluku mendampingi petani dalam kegiatan M-KRPL untuk mendukung peningkatan petani melalui inovasi. Oleh karena itu, diseminasi inovasi teknologi yang baru diterapkan dan telah dirasakan manfaatnya oleh kelompok binaan BPTP perlu disosialisasikan sehingga dapat lebih cepat dan mudah diadopsi oleh petani lainnya maupun dapat diteruskan serta didukung oleh stakeholder setempat. Oleh karena itu pada tanggal 23 Desember 2011 diadakan kegiatan Temu Lapang. Acara temu lapang dihadiri oleh Kepala BPTP Maluku, Kepala Badan Ketahan Pangan dan Penyuluhan, pejabat yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, dan Sekertaris Camat Kabupaten Maluku Tengah beserta Penyuluh dan petani. Dalam kesempatan tersebut tamu undangan beserta peserta temu lapang melakukan panen perdana sayuran bayam dan kangkung.

Gambar 4. 


LAST_UPDATED2
 

Helena Tarumaselly

Joomla Templates by JoomlaVision.com