• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2016

Masa anak-anak merupakan masa dimana mereka mulai di bentuk. Bakat dan minat mulai diasah, sehingga anak dapat menentukan sendiri apa yang akan dibuat. Perpustakaan sebagai tempat belajar bukan untuk orang dewasa saja tetapi juga anak-anak. Perpustakaan di kenalkan pada anak sejak dini, akan menumbuhkan minat dan gemar anak berkunjung ke perpustakaan yang akhirnya menjadikan anak gemar membaca yang akan terbawa di kehidupan sehari-hari. Melalui Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2016, perpustakaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku melakukan pemilihan minat baca dan lomba mewarnai bagi anak TK dan Kelompok Bermain (Paud) yang diikuti oleh 19 anak TK dan 6 anak Kelompok Bermain (Paud) IDHATA Rumah Tiga Ambon. Dengan memukul tipa sebagai tanda di bukanya acara lomba mewarnai oleh Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Dr. Procula R. Matitaputty, SPt, MSi.  Menurutnya anak yang masih kecil ini membutuhkan pembentukan jati diri.  Lewat acara lomba ini anak di beri kebebasan untuk berekspresi dan menentukan bakatnya sendiri. Pengumuman juara merupakan hak BPTP Maluku, dan akan menerima hadiah saat penutupan acara seminar Nasional tanggal 13 Oktober 2016. Jangan melihat hadiahnya, tetapi lomba ini akan memacu anak untuk berkunjung ke perpustakaan karena perpustakaan adalah tempat belajar.

Ruang kid’s corner / tempat khusus anak-anak yang ada di ruang perpustakaan BPTP Maluku di jadikan tempat lomba mewarnai. Anak-anak yang hadir tampak sangat antusias dan bergembira mengikuti lomba mewarnai. Di tahun 2017 anak-anak ini akan di perkenanalkan dengan berbagai tanaman dan akan diadakan lomba menanam di lokasi kantor BPTP Maluku, sehingga anak-anak ini dapat mencintai dunia pertanian sekaligus menumbuhkan rasa menghargai para petani kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

by. Helena M. Tarumasely