• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Maluku Siap Menyukseskan Gerakan Tanam Cabai

“Orang Maluku menyebut lahan pekarangan sebagai Kintal. Kalau kintal-kintal di setiap rumahtangga  dapat ditanami dengan cabai, maka Maluku tidak perlu mendatangkan cabai dari luar daerah”

 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Maluku, Ir. Kaihatu Paulus, M.Si dalam rangka launching Gerakan Tanam Cabai (Gertam cabai) di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku. Gertam Cabai merupakan langkah taktis untuk menekan dan mengurangi inflasi yang disebabkan karena kurangnya pasokan yang berimbas kepada kenaikan harga cabai.

Acara Gertam di Provinsi Maluku diadakan Senin (27/2) di BPTP Balitbangtan Maluku. Acara ini dihadiri perwakilan beberapa instansi di Provinsi Maluku seperti;  KTNA Provinsi Maluku, Dharma Wanita Provinsi Maluku, KPPI Provinsi Maluku, IWAPI Provinsi Maluku, TP-PKK Provinsi Maluku, Walikota Ambon, Ketua DPRD Tingkat 1 Provinsi Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Provinsi Maluku, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Rektor Universitas Pattimura, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov Maluku dan tamu undangan lainnya. Gertam Cabai merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Mou Kementerian Pertanian dengan IWAPI, TP-PKK dan KPPI Pusat.

Penandatanganan MoU BPTP Balitbangtan Maluku dengan IWAPI, TP-PKK, dan KPPI Provinsi Maluku telah dilakukan sebelum acara launching Gertam Cabai. Hingga saat ini BPTP Balitbangtan Maluku telah mendistribusikan 16.600 anakan cabai dengan rincian 2.900 kepada IWAPI, dan 650 kepada KPPI. Pendistribusian anakan cabai ini akan terus dilakukan setelah launching Gertam Cabai dengan target distribusi sebanyak 150.000 anakan yang akan disebar hingga tingkat desa.

Tanaman cabai sangat potensial dikembangkan di Indonesia., hal tersebut dapat terlihat dari tingkat konsumsi cabai di Indonesia terbilang cukup tinggi dan cenderung meningkat setiap tahun. Tingginya kebutuhan cabai segar belum mampu diimbangi oleh ketersediaan produksi cabai secara nasional yang diakibatkan cuaca ekstrem, tingginya serangan hama dan penyakit yang cukup tinggi. Pada tahun 2015, Maluku memiliki luas panen tanaman cabai besar/rawit 1.439 ha dan produksi 5.757 ton.

Kepala Badan Litbang Pertanian dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala BPTP Balitbangtan menyatakan bahwa Kementerian Pertanian telah mengembangkan optimalisasi lahan pekarangan untuk peningkatan keragaman konsumsi di tingkat rumah tangga. Hingga saat ini Kementerian Pertanian telah mengembangkan 18.000 kelompok/desa di seluruh Indonesia. Gertam Cabai  merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan dalam meningkatkan konsumsi dan menambah pendapatan. Di Indonesia terdapat 10 juta hektar lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan, ajakan Gertam Cabai ini diharapkan mampu menggunakan lahan pekarangan setidaknya 20 persen dari lahan pekarangan yang belum optimal. Anjuran Menteri Pertanian bahwa disetiap rumah tangga setidaknya menanam 20 pohon cabai di kebun atau pekarangan. Gerakan tanam cabai ini merangkul kelompok wanita dari seluruh komunitas. MOU  yang telah di tandatangani dapat diimplementasikan sehingga Gerakan Tanam Cabai ini dapat di lakukan di setiap pekarangan rumah sehingga pola komsumsi keluarga dapat terpenuhi.

Menurut Ketua TP-PKK Provinsi Maluku bahwa Gerakan Tanam Cabai ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan terutama tanaman bumbu. Pemanfaatan pekarangan dapat menghemat pengeluaran dan dapat meningkatkan kemandirian pangan keluarga. TP-PKK dapat bergandengan tangan dengan Kementerian Pertanian dalam melaksanakan program pemanfaatan pekarangan sehingga pekarangan rumah menjadi lestari. TP-PKK merupakan mitra dan fasilitator dalam melanjutkan program TP-PKK karena ibu rumah tangga  merupakan garda terdepan. TP-PKK hingga saat ini telah mendapatkan benih yang diserahkan di Desa Telaga Kodok. Kepala Dinas Pertanian yang juga selaku Sekretaris TP-PKK mengajak kepada para Ibu PKK untuk menanam cabai, melaksanakan program Gertam Cabai dan menjadikan Gertam Cabai sebagai kebutuhan dan gaya hidup.

IMG_9550.JPGIMG_9511.JPGIMG_9506.JPGIMG_9549.JPGIMG_9535.JPGIMG_9525.JPGIMG_9513.JPGIMG_9526.JPGIMG_9548.JPGIMG_9532.JPGIMG_9524.JPGIMG_9515.JPGIMG_9536.JPGIMG_9521.JPGIMG_9551.JPGIMG_9517.JPGIMG_9527.JPGIMG_9538.JPGIMG_9522.JPGIMG_9534.JPGIMG_9514.JPGIMG_9523.JPGIMG_9547.JPGIMG_9516.JPGIMG_9540.JPGIMG_9528.JPGIMG_3523.JPGIMG_9495.JPGIMG_9488.JPGIMG_9441.JPGIMG_3492.JPGIMG_9399.JPGIMG_3498.JPGIMG_9432.JPGIMG_9477.JPGIMG_9489.JPGIMG_9500.JPGIMG_3483.JPGIMG_9433.JPGIMG_9445.JPGIMG_3513.JPGIMG_9448.JPGIMG_9480.JPGIMG_9435.JPGIMG_9492.JPG

Pernyataan gubernur yang diwakili oleh staf ahli bahwa cabai dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Maluku disetiap menu makanan sehari-hari. Kondisi cabai saat ini  sebagian besar didatangkan dari luar daerah Maluku karena belum mampu mencukupi kebutuhan daerah. Sebagai akibatnya, harga cabai mengalami fluktuasi terutama menjelang hari raya keagamaan. Upaya peningkatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan pekarangan, dan perkumpulan wanita diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sendiri, meningkatkan pendapatan karena pengurangan belanja harian, dan mampu menurunkan tingkat inflasi. Hal yang menggembirakan bahwa telah terjadi MoU Gertam Cabai dan apresiasi kami sampaikan kepada BPTP Balitbangtan Maluku yang telah menyiapkan 150.000 anakan tanaman cabai siap tanam yang akan dibagikan ke semua organisasi wanita. Maluku memiliki 53 Dasa Wisma dengan masing-masing anggota 20 rumah tangga. Dari 20 rumahtangga ini masing-masing rumah tangga menanam 20 anakan cabai berarti dalam 3-4 bulan menghasilkan 42.400 kg atau 4,2 ton, hal tersebut dapat berdampak positif yaitu Maluku tidak membutuhkan cabai dari luar.

Rangkaian acara gertam cabai diawali oleh penanaman cabai serentak, penyerahan mesin tetas ayam, dan penyerahan bibit cabai oleh TP-PKK, IWAPI, KPPI, dan Dharma  Wanita Persatuan.