• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Koordinasi Pengembangan Pertanian Bioindustri Berkelanjutan Berbasis Integrasi Tanaman Kelapa, Kakao, Cocabeef di Maluku

Selasa, 13 Juni 2017 bertempat di Desa Mesa Kecamatan TNS Kabupaten Maluku Tengah dilaksanakan koordinasi pengembangan biondustri berkelanjutan berbasis Integrasi tanaman kelapa, kakao, cocabeef di Maluku. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kelompok Tani Taruna Tani Yabok dan Kelompok Tani Kalwedo. Tujuan dilaksanakannya koordinasi yaitu dalam rangka pemberian pupuk organik padat pada tanaman kakao di kebun entris, produksi meliputi pelabelan dan pengisian pupuk organik Supermesa Cair dan pembersihan lokasi Superimpose penggunaan pupuk organik baik padat maupun cair pada tanaman kakao.

Dijelaskan oleh penanggung jawab kegiatan, Dr. Ir. Janes Berthy Alfons, MS, bahwa pemberian Pupuk Organik Supermesa padat pada tanaman kakao di Kebun Entris seluas 0,5 ha melibatkan 20 orang petani selama satu hari dan telah ditanami dengan 200 anakan kakao varietas Selawesi-01 dan 200 M-01. Selain itu juga tanaman yang mati atau rusak sekitar 220 akan diganti dengan bibit cadangan. Sedangkan produksi pelabelan dan pengisian Pupuk Organik Supemesa cair pada kemasan 5 liter = 50 buah, kemasan 1 liter =75 buah dan kemasan 0,5 liter = 125 buah. Tenaga kerja yang dipakai sebanyak 10 orang petani.

 

Pada koordinasi tersebut ditemukan hambatan serta permasalahan yang terdapat di lapangan yaitu (1). Jarak antara lokasi budidaya hijauan pakan ternak dengan kandang ternak cukup jauh 0,5 km – 1 km dan alat angkut tidak tersedia, sehingga petani lebih tertarik memelihara ternak dengan “Sistem Lepas Bebas” daripada dikandangkan, (2). Petani hanya mau bekerja kelompok jika anggota tim kegiatan bioindustri turun ke lapangan, (3). Penanaman hijau pakan ternak secara bertahap ternyata terhenti karena traktor mengalami kerusakan. Langkah langkah yang diambil dari menyikapi masalah tersebut antara lain : Koordinasi dengan instansi terkait (Dinas Pertanian) untuk mendapatkan bantuan alsintan (alat angkut) “Tosa” yang digunakan mengangkut pakan, konsolidasi kelompok (gapoktan dan poktan) dalam upaya pemberdayaan kelompok serta berupaya memperbaiki traktor yang rusak. TNA

IMG_20170609_101832.jpgIMG_20170610_121104.jpgIMG_20170609_130131.jpgIMG_20170610_121007.jpgIMG20170610125502.jpgIMG_20170609_130251.jpgIMG_20170610_095542.jpgIMG_20170609_130043.jpgIMG_20170609_100925.jpgIMG_20170611_072152.jpgIMG_20170609_100850.jpgIMG20170610125457.jpg