• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Perbaikan Teknologi Usahatani Berbasis Hotong Di Desa Waeperang Kabupaten Buru

Pada Senin (17/7) di Desa Waeperang Kabupaten Buru dilaksanakan kegiatan lapang oleh BPTP Maluku. Agenda kegiatan tersebut yaitu : Pengamatan tanaman jagung dan Penanaman ulang tanaman hotong . Didapat hasil kegiatan pada pengamatan jagung     (1). Varietas jagung yang ditanam adalah varietas Pulut Uri, (2). Kegiatan pengamatan jagung meliputi : tinggi tanaman jagung, tinggi tongkol jagung dan jumlah tongkol per tanaman. Pengamatan tersebut telah dilakukan terhadap 20 tanaman sampel pada 3 perlakuan (teknologi) :

a.    Teknologi B : Hotong + jagung – kcg hijau – bero

b.    Teknologi C : Hotong + jagung – kcg hijau – kcg tanah

c.    Teknologi D : Hotong + jagung /ubi kayu - kcg hijau - kcg tanah

Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan petani sebagai ulangan.

Dari hasil pengamatan pada tinggi tanaman jagung dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang berbeda akan menghasilkan tinggi tanaman yang bervariasi, begitu juga dengan tinggi tongkolo dan jumlah tongkol. Tinggi tanaman tertinggi diketahui pada perlakuan B ulangan V (204 cm) dan tinggi tongkol tertinggi terdapat pada tanaman perlakuan D ulangan V (73 cm) sedangkan  jumlah tongkol rata-rata semua perlakuan adalah 1.

Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman ulang hotong. Penanaman hotong dilakukan kali ketiga sebagai pangan alternatif di Kabupaten Buru, penanaman pertama dan kedua mengalami kegagalan tumbuh akibat curah hujan dari Bulan Mei hingga Juni memiliki intensitas yang tinggi (diatas normal). Sedangkan waktu tanam hotong di Pulau Buru biasanya berlangsung pada Bulan Mei – Juni (CH < 50 mm/bln) namun pada tahun 2017 ini terjadi anomali iklim (CH > 100 mm/bln). Kegiatan penanaman ulang dilakukan pada semua perlakuan dan 5 ulangan. Tanaman hotong dapat tumbuh pada daerah beriklim tropis maupun subtropis dengan curah hujan yang tidak terlalu besar. Perlu diketahui bahwa pada saat penanaman hotong tidak diperlukan curah hujan yang  tinggi disebabkan biji hotong yang sangat kecil dan mudah terbawa hanyut oleh air hujan, selain itu juga hotong mempunyai daya tembus permukaan tanah yang sangat lemah oleh karena itu lubang tanam hotong tidak perlu ditutup. Namun jika sudah tumbuh, hotong tidak lagi memerlukan air untuk pertumbuhan dan perkembangannya sampai dengan waktu panen. Budi daya tanaman buru hotong tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif sebagaimana tanaman padi, sehingga memungkinkan untuk dapat ditanam hampir di semua tempat.

Sebelum ditanam, hotong diberi perlakuan dengan furadan 3G dan ditambahkan dengan pasir. Perbandingan hotong dan pasir adalah  1 : 5 artinya hotong 1 kg – pasir 5 kg sedangkan furadan diberikan secukupnya. Fungsi pasir adalah mengurangi pengambilan benih pada saat tanam, dan juga agar hotong dapat tumbuh dengan mudah.  Tanaman  hotong merupakan tanaman semusim. Tanaman ini tumbuh dalam bentuk rumpun dengan tinggi 60-150 cm. Umur panen tanaman ini 75-90 hari setelah tanam, tergantung jenis tanah dan lingkungan tempat budi dayanya. TNA