• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Kegiatan Temu lapang dan Panen Padi di Kabupaten Seram Bagian Barat

Kementerian Pertanian telah membuat program upaya khusus (UPSUS) padi, jagung, dan kedelai untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan yang diluncurkan pada tahun 2015. BPTP Balitbangtan, selaku intansi Kementerian Pertanian yang berada di setiap provinsi, memiliki tupoksi merakit teknologi tepat guna spesifik lokasi dan menjadi perangkat yang ampuh dalam mentransfer inovasi teknologi pertanian yang dihasilkan oleh peneliti kepada masyarakat petani.

BPTP Balitbangtan Maluku sebagai koordinator pada tiga kabupaten sentra produksi padi di Provinsi Maluku, yakni Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng), dan Seram Bagian Timur (SBT). Sebagai koordinator, BPTP Balitbangtan Maluku memiliki tugas membuat laporan perkembangan Luas Tambah Tanam di tiga kabupaten tersebut. Hasil verifikasi data LTT periode April – September 2017, Kabupaten Seram Bagian Barat telah melampaui target yang telah ditetapkan. Target LTT padi sebesar 763 ha, sednagkan realisasi hingga saat ini mencapai 856 ha.

Selain melaporkan perkembangan luas tambah tanam, BPTP Balitbangtan Maluku juga melakukan kegiatan demfarm di tingkat petani sekaligus mendesiminasikan hasil penelitian dari Balitbangtan atau teknologi di luar Balitbangtan. Pada tahun 2017, BPTP Balitbangtan mengenalkan tiga macam teknologi yakni Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), metode Hazton, dan sistem Jarwo super.

Pada tanggal 21 Agustus 2017, BPTP Balitbangtan Maluku mengadakan kegiatan temu lapang dan panen padi di Kabupaten Seram Bagian Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Provinsi Maluku, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten SBB, Ibu Camat Kairatu Barat, Kepala Desa Waimital, Kepala UPTD Kecamatan Kairatu Barat, Danramil 1502/08 Kairatu, Kepala Dinas PU Kabupaten SBB, Kepala BPP Kairatu Barat, Para Penyuluh, Ketua Kelompok tani dan Gapoktan, serta petani Desa Waimital.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Kepala BPTP Balitbangtan Maluku, Kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Provinsi seklaigus membuka kegiatan panen. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan panen padi dengan sistem jarwo super. Menurut penanggungjawab kegiatan demplot, berdasarkan perhitungan ubinan padi dengan budidaya sistem jarwo super menghasilkan produktivitas 7.52 ton perha. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi petani, penyuluh, peneliti dan perwakilan instansi yang berkaitan dengan pembangunan pertanian di Seram Bagian Barat.

Sitem Jarwo super merupakan pengembangan sistem Jajar Legowo  yang sebelumnya telah didesiminasikan oleh BPTP Balitbangtan Maluku. Berikut merupakan cuplikan wawancara petani tentang sistem jajar legowo.

 

IMG_20170821_093401.jpgIMG_20170821_105709.jpgIMG_20170821_093346.jpgIMG_20170821_094940.jpgIMG_20170821_103011.jpgIMG_20170821_092201.jpgIMG_20170821_093316.jpgIMG_20170821_102938.jpgIMG_20170821_092252.jpgIMG_20170821_083422.jpgIMG_20170821_105211.jpgIMG_4677.JPGIMG_4672.JPGIMG_4674.JPGIMG_4673.JPGIMG_4671.JPGIMG_4675.JPGIMG_4676.JPGIMG_4666.JPGIMG_4659.JPGIMG_4654.JPGIMG_4667.JPGIMG_4656.JPGIMG_4650.JPGIMG_4663.JPGIMG_4661.JPGIMG_4669.JPGIMG_4657.JPGIMG_4648.JPGIMG_4668.JPGIMG_4655.JPGIMG_4658.JPGIMG_4653.JPGIMG_4670.JPGIMG_4641.JPGIMG_4646.JPGIMG_4638.JPGIMG_4642.JPGIMG_4637.JPGIMG_4643.JPGIMG_4634.JPGIMG_4644.JPGIMG_4647.JPGIMG_4649.JPGIMG_4640.JPGIMG_4645.JPGIMG_4639.JPGIMG_4630.JPGIMG_4632.JPGIMG_4629.JPGIMG_4624.JPGIMG_4621.JPGIMG_4625.JPGIMG_4633.JPGIMG_4623.JPGIMG_4631.JPGIMG_4620.JPGIMG_4626.JPGIMG_4619.JPGIMG_4628.JPGIMG_4627.JPGIMG_4618.JPGIMG_4614.JPGIMG_4612.JPGIMG_4615.JPGIMG_4609.JPGIMG_4613.JPGIMG_4611.JPGIMG_4616.JPGIMG_4610.JPG