• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Kajian Perbaikan Teknologi Pemeliharaan Kambing Mendukung Swasembada Daging

BPTP Balitbangtan Maluku mengadakan kegiatan pelatihan dan penyuluhan pengendalian dan pencegahan penyakit pada ternak kambing pada tanggal 29 Agustus 2017. Penyuluhan dan pelatihan tersebut berlokasi di Desa Rutah, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah yang dihadiri sejumlah 25 orang peternak kambing di desa tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari kajian perbaikan teknologi pemeliharaan kambing guna mendukung swasembada daging di Maluku. Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan perbaikan teknologi pemeliharaan kambing khususnya teknologi pakan dengan produk suplemen herbal; dan mengetahui efektivitas suplemen herbal terhadap peningkatan kinerja produktivitas ternak kambing.

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting karena berhubungan dengan produksi. Pelatihan dan penyuluhan yang disampaikan membuka wawasan dan pemahaman yang selama ini membelenggu pikiran peternak karena pemikiran yang salah dalam menilai suatu penyakit dan cara pengobatannya. Peternak harus memperhatikan betul tanda-tanda/gejala suatu penyakit, sering kali ditemukan gejala atau tanda-tanda suatu penyakit hampir mirip atau sama gejalanya dengan penyakit lainnya. Bagi peternak yang belum mengetahui atau mengenal penyakit kambing hal ini sangat membinggungkan bahkan tidak mengerti “penyakit kambing apa ini” . Penyuluhan tentang penyakit kambing antara lain : 1.  penyakit  scabies (Kudis), Cacing, radang paru-paru, orf (contagious Ecthyma), blot (kembung perut) dan keracunan. Sedangkan kegiatan pelatihan   berupa cara penyuntikan yang benar dan cara pengambilan dosis obat sesuai dengan kondisi ternak dan berat badan terbak.

Kegiatan ini cukup mendapat perhatian dan tanggapan yang sangat serius dari peternak, dengan mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pengalaman dalam mengobati ternak kambing mereka yang sakit dengan menggunakan obat-obat tradisional. Diskusi tidak hanya membicarakan masalah ternak kambing, bahkan berkembang sampai pada pengendalian penyakit pada unggas (ayam buras, itik) dan ternak sapi. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat berjalan setiap tahunnya dan berkelanjutan, karena keterbatasan obat-obatan yang tidak dijual di Kabupaten dan jangkauan harganya  yang mahal. Kerjasama dengan mantri hewan yang ada di Dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Maluku Tengah sangat di harapkan. 

Pembinaan bagi peternak kambing untuk memelihara ternak kambing pola semi intensif atau Intensif perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kepedulian peternak terhadap kesehatan kambing. Selain itu, Kerjasama dengan penyuluh peternakan untuk mengontrol dan mengobati ternak kambing setiap bulan atau sesuai kesepakatan merupakan suatu upaya untuk menangani beberapa hambatan peternak seperti minimnya ketersediaan poultry shop yang menjual obat-obatan di Kabupaten Maluku Tengah dan tingginya tingkat kematian kambing akibat kecelakaan di jalan raya akibat kurangnya pengontrolan ternak.