• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

RECORDING SAPI PADA PENDAMPINGAN KAWASAN SAPI DI KAB MALUKU TENGAH

Recording memegang peranan penting dalam proses budidaya ternak sapi, termasuk dalam mengetahui kinerja reproduksi induk sapi. Sapi yang digunakan dalam demplot pendampingan kawasan peternakan sapi adalah sapi lokal (bali) dengan umur 1-5 tahun dengan jenis kelamin betina (Induk) dengan tujuan adalah pembibitan. Tujuan dari penggunaan eartag adalah untuk memberikan identitas pada ternak sapi sehingga memiliki tanda yang jelas. Hal tersebut karena sapi akan digembalakan pada lahan gembala seluas 5 ha dengan tanaman yang tumbuh adalah rumput lapangan, rumput teki, kusu-kusu, dan yang lainnya. Kegiatan diawali dengan mempersiapkan bahan dan alat yaitu eartag aplicator, eartag, spidol permanen, dan sapi. Eartag aplikator berfungsi untuk memasang eartag pada telinga sapi. Spidol berfungsi untuk menuliskan kode pada eartag sehingga masing-masing sapi memiliki identitas. Selanjutnya adalah melakukan pengecekan pagar pada lahan penggembalaan sehingga sapi tidak menerobos keluar pagar, memastikan fasilitas kandang jepit sebagai tempat dalam memasang eartag, melihat ketersediaan hijauan pakan ternak sehingga diketahui sementara kapasitas tampung ternak, menyiapkan pita ukur “Rundo” untuk mengukur ukuran-ukuran tubuh ternak. 

Setelah semua alat dan bahan siap dan lengkap adalah melakukan penggiringan sapi menuju pintu gerbang lahan hijauan padang penggembalaan dan mengarahkan pada sekitar kandang jepit. Dalam hal tersebut yang menggiring sapi adalah pemilik sapi masing-masing karena sapi dalam keadaan masih liar efek dari sistem penggembalaan selama ini dengan sistem ekstensif umbaran. Sapi yang telah masuk ke dalam kandang jepit selanjutnya diikat tali ikatan pendek untuk kemudian dilakukan pemasangan eartag. Caranya adalah dengan eartag yang telah diberikan identitas sesuai dengan nama depan pemilik dimasukkan ke dalam eartag aplikator dan selanjutnya sapi ditunggu dalam keadaan tenang. Amati telinga sapi pilihlah yang tidak ada jaringan pembuluh darah untuk menentukan lokasi titik lubang untuk pemasangan eartag. Jika telinga sapi sudah dalam keadaan yang tidak banyak gerakan segeralah tekan eartag aplikator dengan kuat sehingga mampu melubangi telinga sapi dan eartag sudah terpasang. 

Setelah pemasangan eartag berikutnya adalah melakukan pengukuran ukuran tubuh sapi dengan menggunakan pita ukur “rundo”. Ukuran-ukuran tubuh yang diamati yaitu panjang kepala, lebar kepala, tinggi pundak, lebar dada, dalam dada, lingkar dada dan panjang badan. Setelah diketahui hasilnya kemudian dicatat sebagai recording (pencatatan) ternak. Sapi yang telah dilakukan recording kemudian dilepas bebas ke lahan penggembalaan.

 
IMG_20170907_151017.jpgIMG-20170909-WA0005.jpgIMG_20170907_152833.jpgIMG-20170909-WA0007.jpgIMG-20170909-WA0008.jpgIMG-20170909-WA0003.jpgIMG-20170910-WA0009.jpgIMG_20170907_151010.jpgIMG_20170907_152842.jpgIMG-20170909-WA0002.jpgIMG-20170909-WA0001.jpgIMG-20170909-WA0010.jpgIMG-20170910-WA0007.jpgIMG-20170909-WA0000.jpgIMG-20170910-WA0010.jpgIMG-20170910-WA0008.jpg