• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Pembuatan Biourin sapi dan pemantauan hasil perbaikan biogas

1.      Kondisi tanaman padi saat Musim Tanam ( MT 1)mengalami kendala penyakit blas yang mengakibatkan terjadinya penurunan produksi. Untuk mencegah penyakit blas tersebut digunakan fungisida Fujiwan dan Dithane. Secara keseluruhan keenam lahan yang menggunakan varietas Inpari 30 mengalami serangan Blast. Berikut data produksi di keenam lahan yang mendapat subsidi benih Inpari 30 yaitu:

a.     Bapak syahril : 1150 kg

b.     Bapak Suwito : 1450 kg

c.     Bapak Buniyo : 1600 kg

d.     Bapak Sam : 800 kg

e.     Bapak Gunawan : 1550 kg

f.        Bapak Nanang : 1250 kg

2.       Pelaksanaan proses pembuatan urin dilakukan dengan menyiapkan alat dan bahan seperti empo-empoan, gula merah, air rendaman kedelai, EM 4 dan Urin sapi serta beberapa alat pendukung lainnya seperti ember besar, panci untuk merebus empo-empoan (kunyit, jahe, kencur, brotowali, temu ireng dan laos), pengaduk dan tong air plastik untuk menampung urin sekaligus untuk pembuatan biourin. Setelah bahan disiapkan, empo-empoan diblender kemudian dimasak hingga mendidih, diamkan hingga dingin. Tahapan berikutnya urin yang telah siap dicampurkan dengan empo-empoan, gula merah, air kedelai dan EM 4 dicampurkan dalam satu wadah setelah itu diaduk hingga tercampur merata. Setelah tercampur, wadah ditutup rapat namun sebelumnya dimasukkan selang dari penutup wadah untuk mengeluarkan gas selama proses fermentasi ( 3 minggu ). 

    

bio_11.jpgbio_13.jpgbio_10.jpgbio_9.jpgbio_8.jpgbio_7.jpg