• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Peninjauan tim Monev BBP2TP dan FGD Pendampingan Kawasan Peternakan

Kegiatan diawali dengan koordinasi koordinasi bersama PPL dan peternak untuk merencanakan kegiatan meliputi teknis pelaksanaan, durasi (lama waktu), cara mengisi kuisioner, dan materi diskusi. Lokasi pertemuan kegiatan berada di KM 04 Desa Makariki Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah.  

FGD (forum group discussion) dengan peternak sapi di sekitar Kebun Percobaan Makariki BPTP Balitbangtan Maluku tersebut membahas seputar permasalahan budidaya, sistem pemeliharaan, teknologi, permasalahan ternak sapi oleh peternak serta peranan BPTP Balitbangtan Maluku dalam melakukan pendampingan. Dari hasil pertemuan tersebut peternak menyampaikan bahwa sistem pemeliharaan sapi yang biasa dilakukan adalah umbaran (ekstensif) dengan ternak sapi diikat dan sebagian besar tidak diikat sehingga sapi mencari pakan sendiri. Hal tersebut dilakukan karena kendala peternak tidak memiliki lahan yang cukup untuk menanam hijauan pakan dan biaya pembuatan kandang yang dirasa cukup besar. Sapi belum ada yang dikandangkan sehingga pengawasan terhadap ternak berkurang termasuk dalam segi perkawinan dan kesehatan ternak. Skala kepemilikan ternak sapi yang dimiliki peternak beragam yaitu berjumlah 1-10 ekor. Peternak melakukan penjualan sapi ketika membutuhkan uang, sehingga usaha ternak sapi tergolong sebagai tabungan. Dalam hal tersebut, peternak memiliki keinginan dan motivasi yang kuat untuk berubah ke sistem intensif karena merasa bahwa dengan sistem umbaran tidak dapat dilakukan secara terus menerus seiring dengan semakin maraknya pencurian ternak, kesulitan pengontrolan terhadap kesehatan dan kondisi ternak hingga menyebabkan kematian. Dalam kondisi yang demikian, Pak Dani M. S.Pt selaku tim monev dari BBP2TP memberikan saran untuk bersama-sama membangun kandang kelompok dan kebun hijauan secara bersama di lokasi KP dengan perjanjian tertulis yang jelas. Selain itu juga menyampaikan perkawinan dengan menggunakan Inseminasi Buatan mengingat agar menjaga kualitas pedet dan menghindari kawin sedarah. Pernyataan tersebut petani mau menerima saran dan komitmen untuk menuju ke arah budidaya sapi yang lebih baik.

Kegiatan di hari berikutnya yaitu meninjau ke lapangan terhadap lahan penggembalaan yang telah berpagar kawat berduri seluas 5 ha, pagar hidup tanaman gamal pada lahan penggembalaan yang telah mulai muncul tunas, keadaan ternak di dalam lahan penggembalaan, kandang jepit, lahan hijauan yang telah dibajak.

IMG_20170913_162410.jpgIMG_20170913_162332.jpgIMG_20170913_153918.jpgIMG_20170913_154004.jpgIMG_20170913_162329.jpgIMG_20170913_153914.jpgIMG_20170913_153930.jpgIMG_20170913_162429.jpgIMG_20170913_162423.jpgIMG_20170913_144503.jpgIMG_20170913_162416.jpgIMG_20170913_161051.jpgIMG_20170913_161058.jpgIMG_20170913_144517.jpgIMG_20170913_144409.jpgIMG_20170913_144422.jpgIMG_20170913_144444.jpg