• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Mentan Deklarasikan Pengembalian Kejayaan Rempah Indonesia

Ambon (4/10)  – bertempat di gedung serbaguna Islamic Centre, Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, mendeklarasikan  pengembalian kejayaan rempah-rempah Indonesia. Dihadiri oleh Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaf, Wakil Gubernur Maluku Utara, Pangdam XVI Pattimura, Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Bupati, Jajaran SKPD Provinsi Maluku, Para Petani, Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan dan tamu undangan lainnya, dimeriahkan juga  oleh 2 Artis Ibu Kota, Ike Nurjanah dan Eri Susan. Acara diawali dengan pemberian bantuan anakan cengkeh sejumlah 13.000 untuk beberapa desa di Provinsi Maluku dan Kelompok Tani penerima bantuan kegiatan perluasan tanaman cengkeh, dan juga pemberian anakan pala sejumlah 48.000 untuk beberapa desa lainnya.

Indeks kebahagiaan warga Maluku disebut lebih tinggi, ini bisa jadi model pendekatan yang bisa menyejahterakan petani adalah perkebunan. Kita bangun bersama perkebunan rempah, 10 tahun ke depan Maluku bisa jadi daerah terkaya di Indonesia,” pungkas Menteri Pertanian, Dr. Amran Sulaiman. Satu upaya yang dilakukan dengan mengalokasikan anggaran bantuan bibit sebesar Rp. 200 miliar yang bersumber dari dana APBNP 2017. Bantuan Rp 200 miliar tersebut dialokasikan diberikan kepada Provinsi Maluku dan Maluku Utara, masing -masing  provinsi tersebut Rp. 100 milyar. Beliau menegaskan "Jika kurang kami masih ada anggaran tiga tahun ke depan. Kami anggarkan tiga tahun berturut-turut,"

Menteri Amran meminta kepada Kepala Dinas terkait, untuk  mengalokasikan bantuan tersebut ke sejumlah daerah berdasarkan keunggulannya masing-masing. Agar menjadikan arahnya skala ekonomis, guna mendukung pelaksanaan kegiatan dimaksud Menteri juga memberi bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) yaitu traktor sebanyak 20 unit. Menteri mengharapkan agar fokus hal ini dulu agar jangan tercecer.

Beliau menambahkan untuk menyejahterakan petani, Pemerintah  mendorong investor untuk datang dan membangun industri pengolahan sekaligus menjual produk jadi,dan juga mendorong pihak Perguruan Tinggi agar turut berpartisipasi pada kegiatan yang bertujuan mengembalikan kejayaan rempah nusantara 500 tahun silam, ketika dahulu dijajah Eropa.

Mentan sangat optimis rempah-rempah nusantara akan kembali berjaya dalam tempo satu dasawarsa, dan yakin bangsa Eropa bakal kembali melirik Indonesia seperti layaknya 500 tahun silam. Namun, kehadirannya nanti untuk menjadi pembeli rempah-rempah, dan juga sebagai turis. Mengingat ada dua keunggulan di Maluku. Unggulan yang pertama yaitu memiliki bibit unggul, seperti kayu manis, cengkeh, pala, dan lain sebagainya. Karena jika dilihat sejarahnya juga Penduduk Maluku pun berasal dari gen unggul, baik Arab, China, Belanda, Inggris, dan Portugis. tambahnya.

Oleh karena itu diharapkan juga para akademisi melakukan pendampingan agar implementasinya di lapangan berjalan optimal. Sedangkan Unggulan yang kedua yaitu, agroklimat Maluku pun yang tiada bandingannya.

Mentan pun berharap jajaran Kodam XVI/Pattimura dan Polda Maluku turut mengawal kegiatan tersebut, seperti penyaluran bantuan bibit agar tidak ada barang-barang palsu. Tegasnya.

Sementara itu Gubernur Maluku Said Assagaf juga menyampaikan, sangat bergembira dan mengapresiasi rencana Menteri Amran mengembalikan kejayaan rempah. Oleh karena itu, beliau memastikan akan menyukseskan kebijakan tersebut."semoga dengan gagasan Pak Menteri, rempah-rempah kembali dapat perhatian dan menjadi sumber kesejahteraan rakyat di negeri ini," imbuhnya.

Hal tersebut berdasarkan perkembangan peradaban Maluku tak lepas dari rempah. Kekayaan rempah pada tahun 1.500-an mendorong Eropa untuk datang ke Maluku."Karena itu pula, awal proses kolonialisasi di Nusantara, Maluku satu-satunya wilayah yang pernah dijajah lima bangsa," ungkapnya. Maluku pun disebut negara lain sebagai jalur rempah atau pulau rempah”. Tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo, juga menyatakan dukungan yang sama. Dia pun berharap, Pemprov Maluku dan Maluku Utara turut menopang dengan memperbanyak Balai-Balai latihan kerja. "Sehingga bibit bisa lebih baik dan tidak lagi pemuda pemudi bercita-cita jadi pegawai negeri, tapi petani, yaitu petani berdasi," tegasnya.

 

Acara ditutup dengan diskusi dan tanya jawab dengan para petani dan mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Maluku.TNA

IMG_20171004_102548.jpgFB_IMG_1507117054737.jpgIMG_20171004_100635.jpgFB_IMG_1507117044350.jpgFB_IMG_1507117041719.jpgIMG_20171004_092015.jpgIMG_20171004_101230.jpgFB_IMG_1507117047201.jpgIMG_20171004_100640.jpgIMG_20171004_090216.jpgIMG_20171004_111804.jpgIMG_20171004_112418.jpgFB_IMG_1507117057460.jpgFB_IMG_1507117061730.jpgIMG_20171004_110000.jpgIMG_20171004_092514.jpg