• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Perbaikan Teknologi Pemeliharaan Ternak Kambing Melalui Penambahan Suplemen Herbal di Maluku

Pengembangan usaha ternak kambing pada lahan pertanian memungkinkan untuk dilakukan. Tanaman pelindung/naungan yang dipakai pada usaha pertanian seperti tanaman gamal (Gliricidia sepium) dan tanaman   kelor (moringa oleifera) dapat dijadikan sebagai pakan yang bergizi. Disamping itu dapat diberikan berbagai jenis rumput unggul sebagai pakan. Ternak   kambing   merupakan  salah   satu penunjang pendapatan petani di pedesaan. Sistim pemeliharaan ternak umumnya secara tradisionil yakni pemberian pakan kurang memenuhi standar gizi yang dianjurkan. Populasi ternak kambing di Maluku Tengah 14.202 ekor (BPS Maluku Tengah, 2017) sedangkan jumlah ternak kambing yang di potong untuk dikomsumsi adalah 8.999 ekor. Usaha peternakan kambing Kabupaten Maluku Tengah sebagian besar  peternakan rakyat yang berskala kecil dengan teknologi produksi yang rendah dan masih bersifat subsistem.

Desa Rutah merupakan desa adat berada di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, yang berkedudukan di pesisir pantai dengan jumlah jiwa (2016) 2.816 jiwa (Laki-laki 1.442 dan perempuan 1.374) dengan luas pemukiman 40,00 ha. Masyarakat desa Rutah kebanyakan bekerja di kebun dan laut, Namun disamping itu ada sebagian kecil yang berusaha di bidang peternakan. Peternakan yang banyak di pelihara masyarakat desa Rutah adalah ternak kambing. Cara beternak kambing di desa Rutah masih memakai cara tradisional atau dibebaskan. Guna memperbaiki kondisi kambing yang ada, maka BPTP Balitbangtan Maluku melakukan kegiatan Kajian   perbaikan   teknologi    pakan   dengan   suplemen herbal    berbahan    daun    kelor    dan   gamal    terhadap kinerja  ternak  kambinq. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk (1). Menghasilkan     perbaikan    teknologi     pemeliharaan Kambing     khususnya     teknologi      pakan     dengan produk  suplemen  herbal; (2).  Mengetahui   efektivitas    suplemen   herbal   terhadap peningkatan   kinerja  produktivitas   ternak  kambing.

 

Pembuatan  tepung   kelor dan tepung gamal :   

daun  kelor  (Moringa oleifera) dan  daun  gamal  (Gliricidia sepium)  yang digunakan adalah   dari  tangkai   daun   pertama sampai  daun  ketujuh  yang  masih  hijau,  dirunut dari  tangkai   daunnya     kemudian   di  keringkan dengan   cara  di  masukan   ke  oven   pada  suhu 45° C selama  24 jam,  kemudian  dihaluskan menggunakan     mesin   giling    sampai    menjadi tepung

Proses   pembuatan:     

Bahan   dasar   suplemen herbal        dicampur     dalam     beberapa     bagian, Campuran  I:  (nira   aren  + garam),  Campuran  II: (mineral  mix     + semen),  Campuran  III:  (tepung tapioka   + kelor/gamal). Setelah    itu  Campuran I,  II  dan  III  dicampur   sampai    rata  kemudian dimasukan   dalam  cetakan   dan  dipress  setelah itu dikeringkan   dan  dimasukan  kedalam  oven

 

 

 

 

Cara pemberian pakan :

Suplemen herbal dalam bentuk padat kering diberikan ke kambing setiap pagi, sebelum di beri pakan utama rumput. Rata-rata berat suplemen herbal ± 250 gram. Sisa pemberian suplemen herbal akan ditimbang esok pagi apabila ada sisa untuk mengetahui jumlah komsumsi suplemen herbal pada masing-masing ternak.