• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Panen INPAGO di Kabupaten Kepulauan Aru

Kabupaten Kepulauan Aru, memiliki potensi lahan pertanian cukup besar. Komoditas pangan yang umumnya dikembangkan yaitu jagung, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, talas, ubi kayu, dan umbi-umbian.  Padi ladang merupakan salah satu komoditas dalam menunjang penyediaan pangan beras.  Pengembangan pada ladang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan suplai beras dari luar wilayah Kepulauan Aru. 

Pengembangan komoditas pertanian di wilayah perbatasan hendaknya diproyeksikan pada kegiatan dan usaha yang mampu memberikan keuntungan ekonomi, efisien secara teknis dan berkelanjutan.  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian menerapkan inovasi teknologi budidaya padi gogo/padi ladang spesifik lokasi.  Varietas unggul baru padi ladang/padi gogo yang biasa dikenal dengan istilah “INPAGO” (inhibrida padi gogo) serta varietas lokal dengan pendekatan teknologi budidaya model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta ketersediaan benih unggul yang spesifik untuk dikembangkan lebih luas lagi ke wilayah-wilayah di Kepulauan Aru. 

Kegiatan Panen Perdana dan Temu Lapang Pengembangan Teknologi Peningkatan Produktivitas Padi Ladang Wilayah Perbatasan Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kelurahan Siwalima yang dilakukan tanggal 8 Desember 2017. Peserta antara lain: Wakil Bupati, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Pertanian Provinsi, Badan Karantina Kls I Ambon, PPL dan Kelompok tani. Kepala BPTP Maluku Dr Ir Yusuf, MP bersama tim peneliti Dr Ir P. R. Matitaputi, MSi, Dr Ir Rein E. Senewe, MSc, Ir Marietje Pesireron, MP (Pj Keg), Dr Ismatul Hidayah MSi. Acara dibuka oleh Wakil Bupati. Kegiatan terdiri dari dua kegiatan, yaitu Display VUB (Inpago 5, 8, 9 dan 11) dgn pembanding Varietas Lokal (MTB Merah, Hitam dan Dobo Merah). Display seluas 0, 25 ha dan Demfarm 1.5 ha. Varietad yang baru dipanen, yaitu: Varietsd Inpago 8, 9 dan MTB Merah dan Varietas Inpago 8 yg dikembangkan pd kegiatan demfarm seluas 1,5 ha sementara Varietas Inpago 5, 11 dan Dobo belum dipanen karena kondisi tanaman belum umur panen. Sdgkan keg. Hasil yg di peroleh pd kegiatan: Display VUB.Inpago 8 = 3,2 t/ha; VUB.Inpago 9 = 2, 88 t/ha dan Var.Lokal MTB Merah 0, 48 t/ha.Sdgkan VUB.Inpago pd keg.Demfarm = 3,5 t/ha. Data produktivitas padi lokal di Kabupaten Kepulauan Aru 1-2 t/ ha. 

Dengan potensi lahan kering, Pemda melalui Dinas Pertanian Kepulauan Aru akan mengembangkan varietas unggul baru tersebut dalam skala luas pada TA. 2018, petani koperator akan ditunjang dengan sumur pompa dan pengolahan lahan baru. Pemanfaatan lahan kering untuk tanaman padi ladang/padi gogo dengan inovasi teknologi di Kab Kepulauan Aru di yakini dapat menunjang ketahanan pangan keluarga di wilayah terluar Indonesia

 

IMG_20171209_041301.jpgIMG_20171209_050219.jpgIMG_20171208_235635.jpgIMG_20171209_041721.jpgIMG_20171208_231421.jpgIMG_20171209_005229.jpgIMG_20171209_035428.jpgIMG_20171209_050413.jpgIMG_20171208_232514.jpgIMG_20171209_034229.jpgIMG_20171209_040910.jpgIMG_20171209_040817.jpg