• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Kunjungan Kerja reses Komisi IV DPR RI: Rehabilitasi Tanaman Cengkeh

Suatu kejadian yang berbeda di Dusun Bandari , Teluk Ambon pada tanggal 18 Desember 2017. Mereka kedatangan wakil komisi IV DPR RI dan rombongan dalam rangka kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI. Hadir dalam kegiatan tersebut, Dr. Michael Wattimena selaku wakil komisi IV DPR RI, Ir. Bambang MM (Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian), M. Zulficar Mochtar, S.T., M.Sc (Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan), H. Oo Sutisna, S.H (anggota DPR RI fraksi Gerindra), Ir Bustanul Arifin Caya M.D.M (Direktur Alat dan Mesin Pertanian), Ir Teguh Samudro, M.P. (Kepala Pusat Standarisasi Sistem dan Kepatuhan) Dr. Yusuf (Kepala BPTP Balitbangtan Maluku), Gatoet Gembiro Noegroho (Direktur Komersil PT Pupuk Kaltim)

Dalam pembukaan acara, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ir. Jasmin Badjak menyampaikan bahwa program perluasan perkebunan pala sebesar 1400 hektar dan cengkeh sebesar 300 hektar. Selain itu, Dinas pertanian bekerja sama dengan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon mencanangkan program desa organik di Kota Ambon untuk meningkatkan kualitas rempah-rempah di Provinsi Maluku.

Dr Michael Wattimena menerangkan bahwa saat ini pemerintah tengah berkonsentrasi untuk mengingkatkan kembali kejayaan rempah-rempah yang merupakan identitas bangsa khususnya bagi Provinsi Maluku. Peningkatan tersebut tertuang dalam peningkatan anggaran perkebunan Provinsi Maluku sebagai hasil kerjasama DPR dan pemerintah.

Pengelolaan tanaman perkebunan harus dilakukan secara serius karena umur tanaman perkebunan mencapai puluhan tahun. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dalam penjelasan singkat mengenai budidaya cengkeh dan pala. Petani dapat menerapkan tanaman sela seperti labu untuk mengurangi potensi hama, meminimalisir biaya pemeliharaan, dan mendapatkan keuntungan tambahan dari tanaman sela tersebut.

Kepala dusun dan ketua kelompok dalam diskusi singkat mengeluhkan kondisi cuaca yang kurang bersahabat saat panen tiba. Pengeringan cengkeh sangat bergantung kepada sinar matahari sehingga kualitas cengkeh menjadi rendah saat terjadi hujan terus menerus selama panen raya. Selain itu, kondisi demografi Maluku yang memiliki penduduk bermata pencaharian nelayan dan petani, mereka berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan sektor pertanian, tetapi juga sektor kelautan.

H. Oo Sutisna, S.H, menceritakan pengalamannya sebagai petani di Jawa Barat dan menyarankan pembangunan kelembagaan petani sebagai suatu organisasi yang membuat petani menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi rendahnya harga jual produksi dan harga tinggi input seperti pupuk. Kelompok tani dibentuk bukan hanya untuk menerima bantuan pemerintah, tetapi berdasarkan asas kebersamaan, Petani melalui Kelompok tani dapat menjadi mitra kerja pemerintah dan instansi luar lainnya seperti bank, perusahaan pupuk, dan lainnya.

Acara selanjutnya adalah penyerahan alat dan mesin pertanian untuk 5 kelompok tani secara simbolis dengan jumlah 8 unit handtraktor dan 3 unit pompa air sebagai tindak lanjut atas kunjungan kerja sebelumnya. Hadir mewakili kelima kelompok tani pada acara tersebut adalah Kelompok Taeno Mekar yang diwakili oleh Ketua kelompoknya, Rasyid. Kemudian acara ditutup dengan ramah tamah semua peserta setelah dilakukan penanaman cengkeh secara simbolis oleh wakil komisi IV DPR RI dan pejabat lainnya.

photo_2017-12-18_15-05-45.jpgphoto_2017-12-18_15-07-54.jpgphoto_2017-12-18_15-05-39.jpgphoto_2017-12-18_15-07-59.jpgphoto_2017-12-18_15-06-14.jpgphoto_2017-12-18_15-07-07.jpgphoto_2017-12-18_15-05-51.jpgphoto_2017-12-18_15-06-09.jpgphoto_2017-12-18_15-06-59.jpgphoto_2017-12-18_15-06-26.jpgphoto_2017-12-18_15-06-20.jpgphoto_2017-12-18_15-07-02.jpgphoto_2017-12-18_15-05-27.jpgphoto_2017-12-18_15-05-16.jpg