• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK TERHADAP DUNIA PERTANIAN SAMBIL BERMAIN

Indonesia terkenal dengan nama Negara Agraris (dan juga Maratim ini), perkembangan sektor pertanian pada tahun 80’an begitu tinggi dan manisnya saat pertama kali Indonesia menyatakan berswasembada beras pada tahun 1984. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri,  karena beras merupakan tanaman pangan utama yang menjadi bahan makanan utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Dengan swasembada beras ini, pemerintah menyatakan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya, tanpa ketergantungan dengan pihak asing. Sektor pertanian merupakan tiang penyangga perekonomian negara mempunyai peranan penting karena pertanian merupakan bagian dari suatu mata rantai perekonomian

Akan tetapi seiring perkembangan zaman, dan semakin bertambahnya populasi penduduk Indonesia, maka pola pikir “Negara Agraris” itu sepertinya mulai memudar. Indonesia memiliki potensi sangat besar di bidang pertanian ditinjau dari ketersediaan lahan, kesesuaian iklim, komoditas beragam, dan kekayaan hayati. Indonesia memiliki lahan luas, yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian berkelanjutan. Ini dimanfaatkan negara lain, seperti Malaysia, yang memperluas lahan pertaniannya di Pulau Sumatera dan Kalimantan, antara lain, untuk komoditas perkebunan. Karena iklim tropis, banyak jenis tanaman yang dapat dikembangkan di Indonesia.  Ditambah lagi dengan daerah bergunung yang cocok untuk tanaman subtropis. Komoditas pertanian menjadi beragam, seperti perkebunan, pangan, rempah dan obat, energi nabati, hortikultura (sayur, buah, flora), serta serat alam. Indonesia juga pernah menjadi salah satu pemasok utama dunia, antara lain, komoditas kelapa sawit, kakao, teh, kopi, karet alam, dan rempah – rempah. Sayangnya potensi itu kini tidak lagi optimal untuk dikembangkan oleh genarsi muda.Seiring dengan perkembangan dan perubahan jaman,berubah pula orientasi masyarakat untuk mempertahankan hidupnya, bukti berkurangnya minat para generasi muda untuk mewarisi keahlian orang tuanya untuk bertani, dengan memilih merantau kekota.Ditandai dengan semakin memudarnya minat dan kecintaan generasi muda untuk membangun sektor pertanian. Apalagi teknologi modern yang semakin maju dan berkembang menyebabkan banyak anak-anak sudah tidak lagi memandang dunia pertanian sebagai sesuatuyang menjanjikan. Dunia pertanian hanyalah dunia yang bergelut dengan tanah dan lumpur alias masa depan suram. Cara pandang generasi muda yang salah terhadap sektor pertanian akan menjadi ancaman bagi pembangunan pertanian di masa yang akan datang. Pengetahuan generasi muda tentang pertanian sangat minim Wajah pertanian akan semakin buruk pada 50 – 100 tahun kedepan, jika tidak didukung oleh Sumberdaya manusia yang handal dan berdedikasi tinggi mencintai dunia pertanian.Generasi muda di desa beramai-ramai pergi meninggalkan desa dan status petani menuju perkotaan menyebabkan kosongnya daerah pedesaan sebagai sentra pertanian.  Masih membudayanya pandangan anak-anak terhadap sektor pertanian sebagai pekerjaan kelas dua, juga masih sempitnya kesadaran dan pemahaman akan potensi pertanian.

 Tabel.1 Jumlah Penduduk, siswa dan mahasiswa

Tahun

Jumlah penduduk Maluku

%

Jumlah Siswa SPP Pertanian

%

Jumlah Mahasiswa Pertanian Unpati

%

Jumlah Mahasiswa Pertanian Unidar

%

2010

1.533.506

32,5

351

42,7

765

27,9

706

39,9

2011

1.581.278

33,5

259

31,5

994

36,2

706

39,9

2012

1.608.786

34,0

212

25,8

986

35,9

357

20,2

Jumlah

4.723.568

 

822

 

2.745

 

1.769

 

Sumber : BPS Provinsi Maluku, 2013

 

Jumlah penduduk di Maluku dari tahun 2010-2012 (1.608.786 jiwa) mencapai 75.280 jiwa per tahun. Bertambahnya jumlah pertumbuhan penduduk di Maluku dari tahun ke tahun seharusnya diiringi dengan peningkatan gairah pertanian di kalangan anak muda dan pelajar namun minat anak muda dan pelajar dalam menekuni bidang pertanian semakin berkurang (tabel. 1). Pertanian dan generasi penerus adalah ibarat satu ekosistem yang saling mendukung, jika berkurang atau hilang salah satu saja maka sudah dipastikan roda perekonomian akan terganggu. Bayangkan seandainya di Maluku tidak ada lagi yang mau menanam padi, berkebun sayuran dan sebagainya, apa yang akan terjadi? Kelangkaan pangan akan terjadi, harga beras akan membumbung tinggi bahkan tidak terkendali belum lagi bahaya kelaparan yang bisa datang mengancam.Cara pandang generasi muda yang demikian sudah seharusnya dihilangkan dengan cara menanamkan pola pikir pentingnya ilmu pertanian sejak anak-anak melalui membaca. Rendahnya minat baca di Maluku menyebabkan rendahnya mutu pendidikan. Hal ini dikarenakan anak-anak lebih suka menonton tv, mendengarkan radio, berkecimpung di dunia internet daripada membaca buku. Inilah yang membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia di Indonesia semakin tahun semakin menurun dan tidak memahami keunggulan-keunggulan membaca. Untuk menumbuhkan kecintaan anak selaku generasi muda akan dunia pertanian dan mengatasi niat anak muda untuk merantau ke kota melalui membaca.Membaca adalah salah satu ketrampilan yang paling penting pada manusia yaitu ketrampilan dalam berbahasa. Terlebih lagi jika anak-anak senang membaca, mereka mempunyai kemampuan dalam berbahasanya akan baik. Jika berkomunikasi menggunakan perasaan yang jernih maka akan tercipta komunikasi yang jelas  dan baik. Burns, dkk. (dalamSuwaryono,1989) mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang yang vital dalam masyarakat terpelajar. Namun bagi anak-anak yang tidak memahami pentingnya membaca tidak akan mempunyai motivasi untuk belajar, Sedangkan anak-anak yang melihat tingginya nilai membaca dalam kesehariannya akan lebih giat belajar. Itulah pendapat seorang pakar yang secara tidak langsung menyatakan bahwa anak yang tidak memahami pentingnya membaca berarti anak tersebut tidak mempunyai minat untuk membaca.Melalui Membaca anak dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki anak mereka mencintai dan berminat akan bidang pertanian.  Masa anak-anak adalah masa yang paling cepat untuk menerima dan merekam segala sesuatu yang kelak dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan pola pikirnya. Ketika anak terus tumbuh dan berkembang koneksi sel otak semakin diperkuat atau diperoleh dengan sering dipergunakan atau tidak, dengan demikian kehidupan sehari-hari anak dan lingkungan sekitar dapat membentuk kepribadiannya (Budiyanti. 2009). Dengan membaca anak dapat mengetahui tentang dunia pertanian. Menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak terhadap dunia pertanian dapat dilakukan melalui :

1). Ketika anak sudah memasuki usia sekolah, pembelajaran pertanian bisa dilaksanakan dengan berbagai cara karena ilmu pertanian adalah suatu kegiatan yang banyak bersentuhan langsung dengan kegiatan di alam terbuka. Guru bisa menggunakan permainan edukatif (bagi anak-anak TK dan SD) mulai dari mengenal buah-buahan, jenis-jenis makanan pokok, menebak nama-nama buah, dll.

2). Pembelajaran di alam terbuka dapat dijadikan sebagai ajang refreshing dan penyegaran bagi otak anak melalui kegiatan yang sistematis sehingga anak-anak akan menyenangi pertanian. Sistem outing class atau field trip bisa juga dilakukan dalam bentuk pemanfaatan halaman kelas untuk toga (Tanaman Obat Keluarga) / apotek hidup/sayuran dll atau guru bersama siswa berkunjung ke daerah-daerah pertanian, perkebunan dan peternakan atau lahan-lahan pertanian yang berdekatan dengan sekolah.

 3). Koleksi perpustakaan sekolahpun harus tersedia buku-buku tentang dunia pertanian.

4). Pertunjukan atau pemutaran film pertanian. Perpustakaan khusus pertanian dapat memutarkan film hasil pertanian dalam bentuk VCD atau DVD.

Perpustakaan khusus di bidang pertanian yaitu Perpustakaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku yang berlokasi di Poka tersedia berbagai koleksi pertanianyang menjadi sarana pembelajaran pertanian untuk anak-anak. Koleksi perpustakaan pertanian yang di siapkan untuk anak-anak semuanya berbahasa anak (komik). Koleksi komik pertanian disediakan agar anak-anak  dengan mudah mengerti tentang budidaya atau cara menanam sampai panen dari suatu jenis tanaman. Disamping koleksi perpustakaan juga disediakan hasil-hasil pertanian, ini dilakukan agar anak-anak dapat melihat langsung. Lingkungan kantor dan perpustakaan ditanami dengan tanaman sayur-sayuran dan lain-lain agar setelah membaca anak-anak membandingkan dengan tanaman yang ada. by. Helena M. Tarumasely