• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Ingin Buah Mangga Anda Terbebas dari Lalat Buah? Begini Caranya!

 

Mangga (Mangifera indica) merupakan buah yang tumbuh di daerah beriklim tropis, memiliki rasa manis dan segar. Hampir seluruh masyarakat indonesia menggandrungi buah tropis ini. Ada berbagai macam jenis mangga yang biasa di budidayakan di Indonesia. Ketika musim mangga tiba, permintaan pasar akan melonjak naik, dan petani akan mendapatkan untung besar. Namun demikian, bukan berarti dalam budidaya tanaman mangga ini, petani tidak menghadapi masalah. Masalah terbesar yang dihadapi petani ketika mendekati panen yaitu serangan lalat buah (Bactrocera spp.).


Lalat buah biasa menyerang buah mangga ketika mulai memasuki masa pemasakkan, karena warna kuning yang ditimbulkan kulit mangga dapat menarik lalat buah. Lalat bertelur didalam buah mangga, kemudian telur menetas dan keluarlah larva atau belatung yang akan menggerogoti isi dari buah mangga, buah mangga menjadi busuk.


Penanganan lalat buah yang tepat, akan menghasilkan buah yang bagus, bernilai jual dan berdaya saing tinggi di pasaran nasional maupun international. Penangganan tanpa menggunakan pestisida adalah alternatif paling tepat dalam hal ini. Mengapa? Karena jika kita menggunakan pestisida, maka bukan hanya lingkungan saja yang akan rusak karena residunya, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan bagi pemakan buah yang terkontaminasi pestisida, efeknya bisa dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu buah yang terbebas dari pestisida, memiliki banyak penggemar walapun dengan harga yang relatif tinggi.


Berikut ini adalah cara pengendalian lalat buah pada tanaman mangga tanpa menggunakan pestisida:


Kondomisasi
Kondomisasi adalah salah satu tehnik pengendalian lalat buah yang efektif, dalam usaha budidaya tanaman mangga. Dengan tehnik ini, hampir 100% buah mangga terlindungi dari lalat buah. Teknik kondomisasi ini tidak membutuhkan biaya yang besar, karena menggunakan alat dan bahan yang sederhana serta sangat mudah dilakukan.


Alat dan bahan yang diperlukan untuk kondomisasi adalah : kertas koran, strapler,  kawat/ tali untuk pengikat. Cara membuatnya yaitu buat kantong persegi empat panjang dengan melipat kertas koran, kemudian straples bagian lipatan sisi samping dan bawah hingga kertas koran membentuk kantong. Kantong-kantong ini lah yang akan digunakan untuk melindungi buah mangga. Cara Aplikasinya yaitu gembungkan kantong kertas yang telah dibuat dengan cara meniupnya, kemudian memasukkan buah mangga kedalam kantong, lakukan secara hati-hati. kemudian ikat bagian atas kantong dengan menggunakan kawat atau tali. Jangan ikat mati tali, agar mudah di buka ketika mengecek bila buah yang di bungkus telah masak. Lipat bagian dasar kantong ke arah atas sehingga membentuk huruf "V", untuk menjaga kantong tetap menggembung dan menghindari kerusakan akibat air hujan, serta menjauhkan buah dari sisi-sisi kantong.


Waktu yang tepat dalam pengaplikasian kondomisasi, akan mempengaruhi hasil. Kantongi buah sebelum memasuki stadium pemasakan, dan sebelum dimasuki larva lalat, namun juga jangan membungkus buah yang masih sangat muda.
Kekurangan dari teknik kondomisasi adalah, membutuhkan waktu lama, terutama bila di kerjakan dalam areal kebun mangga yang sangat luas. Akan tetapi hasil yang di dapat akan sebanding dengan tenaga yang di keluarkan. Tehnik kondomisasi ini akan menghasilkan buah mangga yang mulus, dan satu hal yang terpenting adalah terhindar dari pencemaran bahan kimia, sehingga aman untuk di konsumsi.


Pengasapan
Tehnik yang kedua adalah pengasapan, tehnik ini juga tidak memerlukan biaya yang besar, cukup dengan mengumpulkan serasah atau jerami yang sudah kering. Pengasapan dilakukan dengan cara membakar serasah/jerami sampai menjadi bara yang cukup besar, kemudian bara dimatikan dan di atas bara ditaruh dahan kayu yang masih lembab. Pengasapan bertujuan untuk mengusir lalat buah dari kebun.


Waktu pengasapan yang efektif yaitu dilakukan pada saat mulai pembentukan buah sampai dengan satu atau dua minggu sebelum panen, dengan intensitas pengasapan 3 sampai 4 hari sekali. Pengasapan selama 13 jam bisa membunuh lalat buah yang tidak sempat menghindar. Namun cara pegasapan ini kurang efisien jika diterapkan  pada areal perkebunan yang luas, cara ini cocok untuk tanaman mangga perorangan saja.


Demikianlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi lalat buah yang menyerang buah mangga. Setiap teknik yang telah dipaparkan, memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Sekarang saatnya anda menentukan teknik mana yang akan anda terapkan atau di terapkan keduanya juga akan lebih baik.

By : Asti Caturatmi, SP

Referensi:
Efendy, O. 2014. Awas Lalat Hutan Migrasi Serang Pertanian.
http://www.biologi.lipi.go.id/bio_indonesia/mTemplate.php?h=3&id_berita=715
Kardinan, I. A. 2003. Tanaman Pengendali Lalat Buah. Agromedia. Jakarta.
Hasyim, A., Setiawati W, Liferdi L. 2014. Teknologi Pengendalian Hama Lalat Buah Pada Tanaman Cabai. http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/IPTEK/5_Hasyim_lalat2014.pdf