• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Pelaksanaan Kawin Suntik Pada Itik

 

Definisi Kawin Suntik

Perkawinan alami antara entok jantan dengan itik betina relatif sulit dilakukan. Hal ini dikarenakan ukuran tubuh yang  berbeda antara  itik betina dengan entok jantan. Untuk itu, harus ada campur tangan manusia dalam proses perkawinannya, sehingga fertilitas telur yang dihasilkan lebih baik. Teknik perkawinan buatan dimaksud  adalah kawin suntik/nseminasi buatan (IB) atau artificial insemination (AI).

Menurut Sastrodihardjo dan Resnawati (2002), kawin suntik adalah menempatkan (disposisi) spermatozoid (cairan sperma) ke dalam saluran reproduksi betina dengan menggunakan alat tertentu, sedangkan IB pada itik adalah memasukkan cairan sperma ke dalam saluran reproduksi betina yang sedang bertelur.  Cara ini belum umum berlaku di masyarakat karena membutuhkan keterampilan khusus, dan ketelatenan yang lebih baik dari pelaksana IB (Suryana et al., 2012). Peternak harus dibekali pengetahuan dan keterampilan melalui pembelajaran dan praktik yang serius, untuk dapat mengaplikasikan teknik IB secara baik dan benar, sehingga membuahkan hasil yang memuaskan. Secara umum manfaat IB sebagai berikut :

1.    Meningkatkan efisiensi perkawinan. Satu kali ejakulasi dapat digunakan untuk membuahi 5-10 ekor betina tergantung tingkat kualitas sperma;

2.    Mencegah penularan berbagai jenis penyakit kelamin;

3.    Memungkinkan persilangan dari berbagai bangsa;

4.    Memungkinkan penyimpanan sperma dan dapat digunakan sesuai dengan keperluan;

5.    Menghemat pemeliharaan pejantan;

6.    Menghindari kerusakan tubuh itik betina;

7.    Dapat dilakukan dengan mudah oleh peternak;

8.    Peralatan IB relatif sederhana, mudah diperoleh, harganya murah, dapat digunakan berulang kali (apabila alat disimpan dengan baik);

9.    Tidak memerlukan laboratorium/tempat khusus;

10.Telur tetas yang dihasilkan lebih banyak, sehingga peluang menetaskan teluh lebih besar pula.

 

PENYIAPAN ENTOK JANTAN SEBAGAI DONATUR SPERMA

            Pejantan entok sebelum di ambil spermanya, terlebih dahulu diadaptasikan pada kandang terpisah antara betina dan jantan. Hal ini bertujuan untuk menambah minat atau rangsangan untuk kawin atau libido seksualitasnya meningkat. Selain itu, untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma yang dihasilkan, entok jantan perlu diberi makan dengan kualitas pakan yang baik, dan perlu diberi hijauan pakan lainnya (kangkung, bayam, daun papaya dan lainnya).

PENYIAPAN CALON INDUK ITIK BETINA

Calon induk, baik itik betina maupun entok jantan sebelum pelaksanaan IB perlu dipersiapkan dengan baik, sebab calon induk ini akan menentukan kelancaran dan suskesnya memproduksi bibit atau anak itik pedaging. Kenyataan di lapangan,

menunjukkan bahwa untuk mempersiapkan calon induk (betina dan jantan) diperlukan kesiapan yang matang, mulai dari seleksi calon pejantan, pemberian pakan dan upaya memeliharaan kesehatannya.

 

PELAKSANAAN  KAWIN SUNTIK

Secara garis besar tahapan kawin suntik atau IB ada 2 (dua) tahap, yakni  pengumpulan sperma dari entok jantan,  dan tahap  kedua adalah pelaksanaan inseminasi (memasukan) sperma ke saluran reproduksi itik betina.

Tahap mengumpulkan sperma adalah sebagai berikut:

a.    Entok jantan yang sudah dewasa berumur sekitar 9-12 bulan dipisahkan tersendiri dalam kandang individual;

b.    Siapkan entok betina dewasa yang akan digunakan sebagai pemancing (tester);

c.    Entok betina dewasa dimasukan ke kandang individual (Gambar 1);

d.    Setelah berkumpul dengan entok betina, entok jantan akan berusaha mengawini betina dengan jalan mematuk kepala betina sambil menaiki bagian belakang entok betina

e.    Jika sudah terangsang yang ditandai dengan ekor yang dikibas-kibaskan dan telah terlihat pada bagian kloakanya ada benjolan yang menonjol baru inseminator bersiap-siap untuk menampung sperma dengan cara memegang benjolan tersebut sambil menggenggam secara perlahan hingga alat kelamin entog yang berbentuk spiral mengeluarkan cairan sperma ke dalam tabung yang sudah dipasang dibibir benjolan tersebut.

f.     Setelah kelihatan libido seksualnya meningkat  dan terlihat benjolan pada bagian sekitar penisnya, maka inseminator bersiap-siap untuk melakukan penekanan perlahan hingga bagian alat kelamin entog jantan (berbentuk) spiral menjulur dan siap untuk ditampung spermanya.

g.    Sperma ditampung secara pool semen pada tabung penampungan, untuk segera dilakukan penyuntikan.

 

Gambar 1. Pejantan berusaha mengawini betina

 

 

 

Gambar 2. Proses koleksi sperma

 

h.    Lakukan perabaaan dan pemijatan dipunggung dekat pangkal ekor selama beberapa saat dan  akan terjadi ejakulasi (keluarnya sperma). Volume sperma entok sekali ejakulasi rata-rata  berkisar antara 0,5-2,0 cc/ekor atau tergantung kondisi entoknya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, peternak dapat melakukan pengumpulan sperma dengan cara yang sederhana yakni dengan menggunakan kandang umbaran yang cukup luas, kemudian entok betina dimasukan ke dalam kandang entok jantan. Entok jantan akan mengawini entog betina, dan setelah entok jantan menaiki entok betina dan terangsang serta akan ejakulasi, maka peternak akan siap-siap menampung sperma ke dalam tabung.

Tahap Memasukkan Sperma Jantan (Penyuntikan)

Kawin suntik dilakukan pagi hari setelah itik bertelur, sebaiknya dilakukan antara jam 06.00-09.00. jika dilakukan siang atau sore hari dikhawatirkan telur sudah terbentuk sehingga tidak akan terjadi pembuahan (fertilisasi). Penyuntikan dilakukan dua kali dalam seminggu. Sebagai contoh misalnya kalau kawin suntik dilaksanakan pada hari senin maka kawin suntik kedua dilaksanakan pada hari kamis, dan apabila kawin suntik dilaksanakan pada hari selasa dalam minggu yang sama, maka kawin suntik berikuitnya pada hari jumlat dan seterusnya. Dosis sperma 0,1-0,25 cc/ekor sekali suntik. Langkah langkah kawin suntik pada itik adalah sebagai berikut :

a.  Pengenceran Sperma

Pengenceran sperma dilakukan dengan menggunakan cairan garam fisiologis  (NaCl fisiologis 0,9 %)  atau cairan infuse dengan perbandingan 1 : 1,  atau kalau sperma lebih kental dapat diencernakan dengan perbandingan  1 cc sperma : 1 cc NaCl fisiologis 0,9%.

b.  Penyuntikan

Inseminator  memasukan sperma entok yang sudah diencerkan ke dalam spuit (alat suntik insulin volume 1 cc tanpa jarum). Kawin suntik sebaiknya dilakukan oleh 2 orang, yaitu satu orang memegang itik betina yang akan disuntik dengan cara menjepitnya di antara ketiak, dengan menggunakan tangan kiri dengan posisi kepala di bawah dan menghadap ke belakang, sementara satu orang lagi sebagai tukang suntik atau yang memasukkan spuit ke dalam alat reproduksi betina.

 

.