• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (0911) 322664

Cara Mengurangi Kegagalan Panen

Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh sector pertanian dan potensial mendatangkan masalah baru bagi keberlanjutan produksi pangan dan system produksi pertanian pada umumnya. Perubahan iklim itu sendiri adalah kondisi beberapa unsure iklim yang intensitasnya cenderung berubah atau menyimpang dari dinamika dan kondisi rata-rata, menuju kearah (trend) tertentu (meningkat atau menurun).

Pengaruh perubahan iklim terhadap sector pertanian berdampak pada banyak sisi, mulai dari sumberdaya, infrastruktur pertanian, dan system produksi pertanian, hingga aspek ketahanan dan kemandirian pangan, serta kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya. Salah satu bentuk perubahan iklim yang dirasakan oleh petani adalah perubahan pola curah hujan. Perubahan ini cukup meresahkan karena system pertanian kita masih bergantung pada asupan curah hujan yang tersedia. Untuk menghadapi dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan, maka perlu dibutuhkan upaya penyiapan teknologi berbasis strategi mitigasi dan adaptasi.

Teknologi adaptasi bertujuan melakukan penyesuaian terhadap dampak dari perubahan iklim untuk mengurangi risiko kegagalan produksi pertanian. Teknologi adaptasi meliputi penyesuaian waktu tanam, penggunaan varietas unggul tahan kekeringan, rendaman, dan salinitas, serta pengembangan teknologi pengelolaan air.

Pada tahun 2010 dirintis usaha untuk menyusun Katam Terpadu yang mempertimbangkan fluktuasi iklim pada selang waktu yang lebih singkat. Tahun 2011 adalah awal dimunculkannya SistemInformasiKalenderTanamTerpadu. Sistem informasi ini bersifat dinamik karena informasinya disusun dengan mempertimbangkan hasil interpretasi prakiraan curah hujan dan prakiraan awal musim dari BMKG ( Kepala Badan Litbang Pertanian, 2012 ). Istilah “Terpadu” mengacu pada selain informasi informasi umum seperti prediksi curah hujan, pola tanam, luas tanam, juga ditambahkan dengan informasi tentang rekomendasi dosis pupuk, kebutuhan pupuk, varietas padi eksisting, rekomendasi varietas padi, potensi serangan OPT, serta informasi potensi kerawanan banjir dan kekeringan. Dalam perkembangan Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu, informasi yang dapat diperoleh mencakup informasi tentang Alat Mesin Pertanian dan Curah Hujan.

Informasi Katam Terpadu, dapat diakses melalui 3 cara yaitu,

1) akses melalui alamat website www.katam.litbang.deptan.go.id atau melalui mesin pencari google dengan mengetikkan kata kunci “KatamTerpadu”,

2) akses melalui pesan singkat (SMS) ke nomor hp : 081235651111 atau 082123456500 dengan contoh format “ info katam (nama Kecamatan)”,

3) akses melalui aplikasi Katam Terpadu pada ponsel yang memiliki system operasi Android.

Diharapkan dengan teknologi ini dapat menjadi solusi bagi petani ataupun masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim sehingga dampak dan resiko kegagalan dalam usaha pertanian dapat diminimalisir.