Eksplorasi Jagung Pulut Kepulauan Tanimbar Di Kepulauan Maluku

Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki keanekaragaman tanaman yang sangat besar dengan penyebaran wilayah geografis yang luas. Indonesia juga dikenal sebagai megabiodiversitas flora dan fauna di dunia. Kekayaaan alam Indonesia terlihat dari keanekaragaman geologi lingkungan, etnis penduduk, adat dan budaya serta peradabannya.

Kekayaan ini telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan, sandang, papan, obat-obatan, penyangga dan pelestarian lingkungan serta penjaga dan pengembangan budaya. Kekayaan keanekaragaman hayati setiap saat dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nasional, terutama mendukung program ketahanan pangan.

Sumber daya genetik (SGD) tanaman merupakan kekayaan negara yang tidak ternilai harganya. Keberadaan sumber daya genetik tanaman tersebar di berbagai tempat di Indonesia dan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dilakukan upaya pelestarian sumberdaya genetik.

BBP2TP mengkoordinasikan seluruh BPTP untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya pelestarian sumberdaya genetik lokal tanaman pangan. Tahapannya meliputi kegiatan eksplorasi identifikasi, konservasi, karakterisasi hingga pendaftaran varietas. Kali ini kekayaan sumberdaya pangan yang diangkat adalah Jagung Pulut Tanimbar, merupakan hasil eksplorasi Tim SDG BPTP Balitbangtan Maluku

 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Maluku yang merupakan UPT pusat yang ada di daerah mempunyai Tim Sumberdaya Genetik (SGD) melaksanakan Eksplorasi terhadap tanaman yang ada di Kepulauan Maluku salah satunya adalah Jagung Pulut pada awalnya berasal dari Kabupaten Maluku Barat Daya terdiri dari dua aksesi yang penyebarannya sampai ke Pulau Babar, Pulau Kisar, Pulau Leti dan Kepulauan Tanimbar.  Jagung pulut Tanimbar  ditanam secara turun temurun sejak dulu kala oleh petani lokal Tanimbar, dikonsumsi dengan berbagai bentuk olahan makanan untuk diversifikasi pangan (Wajit Jagung, Jagung Goreng/Marning, Jagung rebus, Jagung Bakar dan Bahan Pembuatan Kue) dalam mendukung kemandirian pangan.

Selain mempunyai keunggulan diminati masyarakat, jagung pulut Tanimbar berumur genjah (< 90 hari), memiliki kadar karbohidrat cukup tinggi (63,47 %), kadar protein 13.05 %, kadar lemak 5.08 %, dan kadar amilosa 26,68 % dengan tekstur lunak, pulen dan enak rasa jagung, adaptif pada lingkungan spesifik yaitu rata-rata daya tumbuh pada dua musim tanam (Kemarau dan hujan) >90 %. tahan terhadap hama utama hama penggerek (batang dan tongkol), namun rentan terhadap hama bulai, memiliki rata-rata hasil 3.24 t/ha (kisaran 2.44t – 4.04 t/ha) dan potensi hasil 4.04 t/ha.

Berdasarkan SK Menteri Nomor: 430/HK.540/C/02/2020 tentang pelepasan calon varietas jagung pulut lokal tanimbar sebagai varietas unggul dengan nama Pulut Tanimbar.