MENGENAL BUAH SRIKAYA

Srikaya atau serikaya atau buah nona (Annona squamosa), adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis dan tidak terlalu menyukai tempat terbuka.  Buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak berbenjol (serupa sirsak), daging buahnya berwarna putih, bentuk buahnya bundar atau mirip kerucut cemara dengan ukuran diameter sekitar 6-10 cm. Buah srikaya banyak mengandung zat besi dan akar tanaman srikaya dapat dimanfaatkan sebagai anti radang serta anti depresi. Buah srikaya muda dan biji berfungsi sebagai antiparasit. Srikaya termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas mencapai 8 m tingginya. Daun bertangkai, kaku, letaknya berseling. Helaian daun bentuk lonjong sampai jorong menyempit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, permukaan daun warnanya hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Daun srikaya berfungsi sebagai astringen, anti radang, peluruh cacing usus (anthelmintik), serta mempercepat pemasakkan bisul dan abses. Bunganya muncul dalam tandan sebanyak 3-4, tiap bunga berlebar 2-3 cm, dengan enam daun bunga/kelopak, kuning-hijau berbintik ungu di dasarnya. Biji masak berwarna hitam mengilap. Biji srikaya berfungsi untuk memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayunya berfungsi sebagai astringen dan tonikum.

Srikaya atau serikaya atau buah nona (Annona squamosa), adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis dan tidak terlalu menyukai tempat terbuka.  Buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak berbenjol (serupa sirsak), daging buahnya berwarna putih, bentuk buahnya bundar atau mirip kerucut cemara dengan ukuran diameter sekitar 6-10 cm. Buah srikaya banyak mengandung zat besi dan akar tanaman srikaya dapat dimanfaatkan sebagai anti radang serta anti depresi. Buah srikaya muda dan biji berfungsi sebagai antiparasit. Srikaya termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas mencapai 8 m tingginya. Daun bertangkai, kaku, letaknya berseling. Helaian daun bentuk lonjong sampai jorong menyempit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, permukaan daun warnanya hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Daun srikaya berfungsi sebagai astringen, anti radang, peluruh cacing usus (anthelmintik), serta mempercepat pemasakkan bisul dan abses. Bunganya muncul dalam tandan sebanyak 3-4, tiap bunga berlebar 2-3 cm, dengan enam daun bunga/kelopak, kuning-hijau berbintik ungu di dasarnya. Biji masak berwarna hitam mengilap. Biji srikaya berfungsi untuk memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayunya berfungsi sebagai astringen dan tonikum.

Sifat dan Khasiat Srikaya

Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat astringen, anti radang, anti depresi, peluruh cacing usus (antheimintik), serta mempercepat pemasakkan bisul dan abses. Daun rasanya pahit, kelat, sifatnya sedikit dingin. Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum. Buah muda dan biji juga berkhasiat anti parasit.

Kandungan Kimia

Akar dan kulit kayu mengandung flavonoida, borneol, kamphor, terpene, dan alkaloid anonain. Di samping itu, akarnya juga mengandung saponin, tanin, dan polifenol. Biji mengandung minyak, resin, dan bahan beracun yang bersifat iritan. Buah mengandung asam amino, gula buah, dan mucilago. Buah muda mengandung tanin. Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

Manfaat :

Daun digunakan untuk mengatasi:

  1. batuk, demam
  2. reumatik,
  3. menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi,
  4. diane, disentri,
  5. rectal prolaps pada anak-anak,
  6. cacingan, kutu kepala,
  7. pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.

Biji digunakan untuk mengatasi:

  1. pencernaan lemah,
  2. cacingan, dan
  3. mematikan kutu kepala dan serangga.

Buah muda digunakan untuk mengatasi:

  1. diare, disentni akut, dan
  2. gangguan pencernaan (atonik dispepsia).

Akar digunakan untuk mengatasi:

  1. sembelit,
  2. disentri akut,
  3. depresi mental, dan
  4. nyeri tulang punggung.

Kulit kayu digunakan untuk mengatasi:

  1. diare, disentri, dan
  2. luka berdarah

Budidaya Srikaya :

  1. Pemilihan Bibit

Bibit bisa didapatkan secara generatif yaitu melalui biji yang disemai pada lahan semai, 2-4 minggu biji akan berkecambah dan pada bulan ke-6  dapat ditanam pada lahan tanam.

Selain itu bisa secara vegetatif seperti grafting, okulasi dan juga cangkok.

  1. Penanaman

Penanaman baiknya dilakukan pada waktu awal musim hujan. Tanaman berukuran 30-45 cm atau 4-6 helai daun, maka dilakukan proses transplanting. Jarak tanam yang digunakan biasanya 3×3 m sampai 5×5 m.

Sebelum proses transplanting dilakukan, jumlah daun perlu dikurangi separuhnya agar mengurangi terjadinya penguapan. Ujung akar utama akan dipotong untuk merangsang akar leteral keluar. Lakukan pengikatan tanaman pada ajir agar tanaman tidak tumbang.

  1. Pemupukan

Tanaman srikaya diberi pupuk dari umur 6 bulan hingga 5 tahun keatas dengan menggunakan pupuk NPK dan setiap bulan atau tahun akan berbeda pemberian dosis pupuknya. Kalium dibutuhkan sebanyak 2-4 kg/tahunnya jika tanaman srikaya sedang berbuah. Dan berikan boron 2 gr/m² lahan jika tanaman sensitif kekurangan zink.

  1. Perawatan

Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Lakukan juga pemangkasan terhadap gulma yang berada disekitar tanaman.

Pengendalian hama dan penyakit

Yang perlu diperhatikan adalah melakukan pembuangan tunas yang tumbuh dibawah tempat okulasi. Di samping itu dari segi serangan hama yang banyak dijumpai adalah serangan kutu putih dan lalat buah. Untuk kutu putih dapat dikendalikan dengan pemberian insektisida bahan aktif carbaryl  (1,5 g/l) seminggu sekali. Sedangkan lalat buah dapat dilakukan pembungkusan dengan kertas koran atau kantong plastik yang telah diberi lobang

  1. Pemanenan

Pemanenan buah srikaya dapat dipanen setelah berumur sekitar 110 – 120 hari setelah masa pembungaan.

Penulis : Maryke J. Van Room