BPTP Balitbangtan Maluku Siapkan Dua Lokasi Pengembangan Food Estate di Maluku

Ketahanan pangan kembali menjadi perhatian terkait dengan situasi dan kondisi Pandemi Covid 19, sehingga terjadi peningkatan angka pengangguran berpotensi terhadap daya beli dan meningkatkan kerawanan pangan dan gizi. Untuk itu Kementerian Pertanian dalam menjaga ketahanan pangan atau kebutuhan stock pangan maka dilakukan pengembangan pertanian modern mengusung Pembangunan Food Estate.

Food Estate merupakan program jangka panjang untuk menjaga ketersediaan pangan dan berkaitan dengan pengembangan klaster dan kawasan, pengembangan korporasi petani, integrasi dari hulu sampai hilir secara terpadu dan penerapan pertanian modern.

Terkait dengan hal tersebut di atas maka Tim BPTP Balitbangtan Maluku dan Tim Kementan melaksanakan kegiatan CPCL (calon petani dan calon lahan) ke Kabupaten Maluku Tengah pada tanggal 29-30 April 2020 dan bersama Tim Kementan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan mengenai kegiatan Food Estate (FE) yang rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Malteng seluas 1500 ha.

 Hasil koordinasi dan diskusi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan (Arsad Slamat, SP) maka kabupaten Maluku Tengah siap melaksanakan kegiatan Food Estate tahun 2022. Adapun lokasi kegiatan berada di 2 kecamatan yaitu Kecamatan  Seram Utara Timur Kobi (SUTK) yakni desa Samal, Morokay, Waiasih dan Waimusi yang terletak pada satu hamparan wilayah yang kompak  seluas 1000 ha  (CPCL selesai)  dan Kecamatan Seram Utara Timur Seti (SUTS) seluas 500 ha akan segera dilakukan CPCL.

Faktor penunjang lainnya adalah Lahan yang pernah dilakukan kegiatan usaha tani dan produktivitas kualitas hasil baik; pada lokasi FE telah memiliki sarana dan prasarana serta infrastruktur dasar pertanian. Lokasi dan lahannya sudah tertata cukup baik yang memungkinkan inovasi pertanian maju dan modern bisa diterapkan secara efektif, efisien dan mandiri oleh masyarakat; Mayoritas Kelompok Tani atau Gapoktannya berminat dan mau berpartisipasi aktif untuk mengembangkan food estate melalui penerapan inovasi pertanian maju, mandiri dan modern; Adanya dukungan industri komoditas pangan (industri jangkar atau bapak angkat) sebagai basis investasi, dan pasar dari komoditas pangan yang dihasilkan oleh lokasi tersebut.